Benarkah Pesan Saham IPO Abadi Lestari (RLCO) Ditutup Lebih Cepat? Ini Kata BEI

Ira Guslina Sufa
3 Desember 2025, 22:01
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
vecteezy.com/ecaterina tolicova
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi klarifikasi atas kabar yang beredar terkait pemesanan saham perdana PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Sebelumnya beredar kabar di kalangan investor pasar modal adanya perubahan masa pemesanan saham IPO RLCO yang dipercepat menjadi maksimal Rabu (3/12) pukul 23.59 WIB. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI  I Gede Nyoman Yetna menjelaskan masa pemesanan  saham IPO emiten yang bergerak di bidang usaha sarang burung walet itu tetap berjalan sesuai rencana. Merujuk prospektus IPO, masa pemesanan akan berakhir pada Kamis (4/12) pukul 12.00 WIB. Adapun pelaksanaan pencatatan saham atau listing di BEI akan digelar pada Senin (8/12). 

“Sehubungan dengan informasi yang disampaikan oleh salah satu sekuritas terkait dengan perubahan batas waktu IPO RLCO, dapat kami sampaikan bahwa IDX tetap menerima pesanan sampai waktu yang terdapat pada prospektus,” ujar Nyoman dalam pernyataan resmi. 

Sebelumnya, beredar tangkapan layar adanya penyesuaian jadwal pemesanan IPO yang dibagikan oleh pengguna Stocbit Sekuritas. Dalam penjelasannya disebutkan perubahan terjadi karena ada kendala dari IDX. 

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, situs e-IPO yang merupakan sistem penawaran umum berbasis web yang dapat diakses investor sempat tak bisa diakses. Pada sekitar pukul 20.00 WIB situs  pemesanan saham IPO tumbang. Adapun keterangan yang muncul di layar monitor laman tersebut adalah sistem sedang dalam masa perbaikan. 

Tangkapan layar laman e-IPO saat diakses pada Rabu (3/12) pukul 20.00 WIB
Tangkapan layar laman e-IPO saat diakses pada Rabu (3/12) pukul 20.00 WIB (Website e-IPO)

Abadi Lestari akan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025. Lewat IPO perusahaan akan mengantongi sebanyaknya dana Rp 105 miliar.

“Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 625.000.000 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp50,” tulis manajemen dalam prospektus tambahan IPO yang dirilis Senin (1/12).  

Dalam IPO ini, RLCO akan melepas 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses IPO ini. 

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan difokuskan pada dua alokasi utama. Sekitar 56,33% dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk pengadaan bahan baku sarang burung walet..

Adapun 43,67% sisanya akan disetorkan kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, dalam bentuk penyertaan modal yang juga difungsikan untuk pembelian bahan baku serupa. Perseroan menilai tambahan modal kerja dari IPO penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pabrik yang saat ini belum digunakan secara maksimal.  

Dengan dukungan pendanaan baru tersebut, perusahaan berharap dapat mengerek kapasitas operasional dan produktivitas sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan. Hingga prospektus diterbitkan, perseroan belum meneken perjanjian baru dengan pemasok, baik pemasok lama maupun baru. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...