Tancap Gas Saham INET Lompat 9,7% Usai Lepas Suspensi, Berapa Target Harga Baru?

Nur Hana Putri Nabila
10 Desember 2025, 10:36
Investasi Saham adalah
Pexels
Investasi Saham adalah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik hingga batas tertinggi atau auto reject atas atau (ARA), melonjak 9,68% ke Rp 850 pada perdagangan pukul 10.00 WIB, Rabu (10/12). Padahal INET kini tengah diperdagangkan dalam skema full call auction usai sahamnya disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Lonjakan harga saham INET tak lepas dari berbagai sentimen aksi korporasi yang tengah disiapkan perseroan. Hal itu membuat optimisme investor terhadap saham yang bergerak di bidang data, jaringan dan telekomunikasi ini makin kuat.

Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan saham INET berpeluang naik hingga Rp 1.350 per saham dan mencerminkan potensi kenaikan sekitar 74,2% dari harga penutupan terakhir di Rp 775. Dalam riset terbarunya, tim analis Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi speculative buy.

Target harga tersebut didorong oleh revisi ke atas terhadap estimasi laba serta kinerja kuat perusahaan pada kuartal III 2025. Target harga itu juga didasarkan pada valuasi EV/EBITDA 2027F sebesar 25 kali. Samuel Sekuritas menilai INET sebagai salah satu operator ISP dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan internet berkecepatan tinggi untuk bekerja, hiburan, dan kebutuhan rumah tangga.

Adapun sepanjang sembilan bulan pertama 2025, INET membukukan pendapatan mencapai Rp 68,6 miliar atau tumbuh 190,5% yoy, sementara laba bersih melonjak 818,9% yoy menjadi Rp 19,4 miliar. Angka ini setara 86% dari proyeksi Samuel Sekuritas Indonesia.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh segmen layanan ISP yang menyumbang Rp 67 miliar, naik 188,4% yoy. Kinerja yang melesat ini juga didorong oleh ekspansi pelanggan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) selaku mitra INET, yang meningkat signifikan dari 220 ribu pelanggan pada Desember 2024 menjadi 1,5 juta pelanggan pada September 2025.

Ekspansi Jumbo hingga Prospek Kinerja INET

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, rencana ekspansi jumbo juga membuat INET menyiapkan pendanaan sekitar Rp 4,2 triliun. Demi memperkuat jaringan dan layanan, perseroan akan menggelar rights issue jumbo pada 2025 sebesar Rp 3,2 triliun yang saat ini masih menunggu persetujuan OJK, serta menerbitkan obligasi pada 2026 senilai Rp 1 triliun.

Total dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kabel bawah laut, proyek Fiber To The Home (FTTH), layanan internet berbasis node. Ada pula aksi akuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dan PT Trans Hybrid Communication (THC) untuk meningkatkan kapasitas kontraktor FTTH dan layanan managed services.

Dengan dukungan ekspansi besar ini, proyeksi laba INET ke depan semakin agresif. Samuel Sekuritas memperkirakan laba perseroan pada 2026 dapat mencapai Rp 257 miliar, tumbuh 849,2% secara tahunan (yoy).

“Dan untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp 736 miliar atau tumbuh 185,7% yoy,” demikain tertulis dalam riset Samuel Sekuritas. 

Adapun sejumlah risiko tetap perlu dicermati, misalnya potensi keterlambatan ekspansi, realisasi pertumbuhan pelanggan yang tidak sesuai ekspektasi, serta tekanan daya beli. Adapun tahun 2026, Samuel Sekuritas memperkirakan pendapatan INET dapat mencapai Rp 942 miliar atau tumbuh 284% yoy, dengan marjin EBITDA diproyeksikan berada pada kisaran 60–70%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...