Profil Panji Raya Alamindo, Anak Usaha RAJA Emiten Hapsoro Dikabarkan IPO 2026

Karunia Putri
30 Desember 2025, 11:55
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten milik pengusaha Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dikabarkan kembali memboyong anak usahanya melantai di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id, RAJA berencana mencatatkan saham perdana anak usaha di bidang perdagangan dan transportasi gas bumi yakni PT Panji Raya Alamindo (PRA) melalui initial public offering (IPO) pada 2026.

Katadata.co.id telah meminta konfirmasi kepada Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani terkait kabar tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, pesan yang disampaikan belum mendapat tanggapan.

Sebelumnya, RAJA telah membawa anak usaha di sektor minyak dan gas bumi yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melantai di bursa pada 8 Januari 2025 dengan harga IPO Rp 1.150 per saham. 

Hingga perdagangan Selasa (30/12) pukul 09.30 WIB, saham RATU tercatat telah melonjak 747,83% sejak IPO ke level Rp 9.750 per saham.

Bagaimana profil Panji Raya dan bagaimana kinerja usaha? 

Profil PT Panji Raya Alamindo Anak Usaha Raja

Merujuk profil perusahaan di laman resmi RAJA, Panji Raya Alamindo merupakan entitas anak RAJA yang berfokus pada kegiatan investasi, perdagangan dan transportasi gas bumi. Perusahaan ini didirikan pada 2007 dan memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok energi nasional, khususnya di sektor niaga gas.

Saat ini, PRA membawahi sejumlah entitas anak yang aktif di bidang perdagangan gas. Melalui unit-unit bisnis tersebut, PRA menjalankan distribusi dan suplai gas ke berbagai segmen industri serta menjalin kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan layanan energi yang andal, efisien dan berkelanjutan.

Dalam operasionalnya, PRA memperluas kontribusi di sektor niaga dan distribusi gas melalui anak usahanya PT Energasindo Heksa Karya (EHK). Di bawah EHK, PT Majuko Utama Indonesia (MUI) dan PT Artha Prima Energi (APE) turut memperkuat ekosistem bisnis PRA. Sinergi antar lini usaha ini membentuk jaringan terintegrasi yang menopang pengembangan industri gas bumi nasional.

Wilayah operasional PRA mencakup Sumatra dan Jawa. Di Sumatra, perusahaan menjalankan kegiatan niaga gas bumi. Sementara itu, pengangkutan gas bumi melalui pipa dilakukan di wilayah Jawa dan Jambi. PRA juga mengelola niaga gas CNG serta mengoperasikan mother station CNG.

Lebih rinci, PRA tengah mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi gas terintegrasi dengan total panjang sekitar 224,20 kilometer. Jaringan tersebut terdiri atas sekitar 59,65 kilometer pipa transmisi dan 164,55 kilometer pipa distribusi yang menghubungkan produsen gas di hulu dengan pengguna akhir, mulai dari sektor industri, ketenagalistrikan komersial hingga CNG.

Di wilayah Jawa Barat, jaringan pipa PRA menghubungkan kawasan Cilegon sepanjang sekitar 13,18 kilometer dan Bekasi sekitar 34,87 kilometer. Sementara di Jambi, PRA menyalurkan gas ke PT PLN melalui segmen pipa Payo Selincah sepanjang 35,50 kilometer dan Sei Gelam sekitar 11,60 kilometer. 

Selain jaringan pipa, PRA menyediakan pasokan gas CNG menggunakan Gas Transport Module (GTM) bagi pelanggan komersial dan industri yang belum terjangkau jaringan pipa. Perseroan mengoperasikan mother station CNG di Grobogan, Jawa Tengah dan Cikarang, Jawa Barat, dengan total kapasitas mencapai 7 MMSCFD.

PRA memiliki visi mendukung transisi energi nasional, termasuk upaya menuju net zero emissions. Inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga daya saing industri sekaligus mempersiapkan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Selama berdiri, PRA juga telah melancarkan berbagai aksi untuk memperkuat bisnisnya. Misalnya pada 2024, PRA melalui EHK menandatangani Gas Sales and Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Pertamina EP untuk wilayah Jawa Bagian Barat (JBB) hingga 2029. Perseroan juga melakukan pemindahan fasilitas pinjaman dari PT Bank HSBC Indonesia ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Memasuki 2025, PRA telah menyalurkan gas perdana ke PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) dan MS CNG Grobogan serta memulai studi bersama pengembangan renewable natural gas (RNG) dengan PT Moriuchi Indonesia. Sebelumnya, pada 2021, PRA melalui EHK memperluas lini bisnis dengan mengakuisisi PT Majuko Utama Indonesia dan PT Artha Prima Energi.

Berdasarkan laporan keuangan RAJA per September, perseroan menguasai 67% saham Panji Raya Alamindo.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...