Prabowo Tak Buka Pembukaan Perdagangan BEI 2026

Karunia Putri
2 Januari 2026, 09:20
prabowo, BEI, perdagangan saham
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto batal menghadiri prosesi pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 hari ini, Jumat (2/1). Dalam undangan yang disampaikan bursa sebelumnya, Prabowo disebut akan membuka perdagangan saham sekaligus menandatangani sertifikat pembukaan perdagangan.

Namun hingga prosesi pembukaan perdagangan BEI Tahun 2026 pukul 9.04 WIB, Prabowo terpantau belum hadir di BEI. Penandatangan sertifikat pun dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

“Penandatangan sertifikat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar,” ujar Mahendra saat pembuka acara pembukaan perdagangan BEI, Jumat (2/1). 

Ini adalah kali kedua Prabowo tidak menghadiri pembukaan perdagangan saham selama ia menjabat sebagai Presiden RI. Tahun 2025, Prabowo juga tidak menghadiri pembukaan perdagangan dan diwakilkan oleh Menkeu Sri Mulyani meski sempat terjadwal.

Acara seremonial pembukaan perdagangan saham tahun 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Antara lain adalah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar serta Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Menteri Keuanga Purbawa Yudhi Sadewa.

Adapun Prabowo pada Kamis (1/1) terpantau berada di Aceh Tamiang untuk meninjau pembangunan hunian sementara bagi korban terdampak bencana banjir bandang. Ia terpantau baru kembali ke Jakarta pada pagi ini, Jumat (2/1).

Apa Arti Kehadiran Prabowo di Pembukaan Perdagangan Saham?

Analis pasar modal Hans Kwee menilai kehadiran Presiden dan para pejabat negara dalam pembukaan perdagangan lebih bersifat simbolik. Menurut dia, kehadiran kepala negara tidak secara langsung menentukan arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

“Meskipun memang arah pasar tetap lebih ditentukan oleh fundamental ekonomi, valuasi saham, serta sentimen global dan domestik,” kata Hans dalam keterangannya, Selasa, 30 Desember.

Meski demikian, Hans menilai kehadiran Presiden mencerminkan perhatian pemerintah terhadap industri keuangan, khususnya pasar modal. Kehadiran Prabowo dalam pembukaan perdagangan 2026 juga dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar untuk menjaga momentum di bursa.

Di sisi lain, Hans menekankan bahwa penguatan IHSG sepanjang 2025 tidak terjadi secara instan dan bukan sekadar fenomena sesaat. Pada awal tahun, pasar sempat tertekan akibat sentimen global. 

“Awal tahun indeks berada di kisaran 7.100. Pasar sempat melemah dan bahkan mengalami trading halt pada Maret, dipicu oleh dinamika global dan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat,” ujarnya.

Hans menambahkan, persepsi investor terhadap risiko global dan domestik kini mulai membaik. Ketidakpastian eksternal tidak lagi dipandang seburuk sebelumnya, sementara pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan IHSG.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga ditopang oleh optimisme terhadap perbaikan kebijakan dan komunikasi ekonomi pemerintah. Menurut Hans, pasar cenderung lebih tenang ketika terdapat pengakuan atas tantangan ekonomi yang dihadapi sekaligus upaya perbaikannya. 

“Ini memberikan ruang bagi investor untuk melihat peluang jangka menengah dan panjang,” kata dia.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...