Abadi Nusantara (PACK) Bidik Rp 3,25 T dari Rights Issue OWK, Intip Skenarionya

Karunia Putri
5 Januari 2026, 14:10
PACK
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada level 8.660 atau naik 0,46 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) akan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan membidik dana senilai Rp 3,25 triliun dari aksi tersebut. 

Dalam aksi ini, emiten sektor barang baku yang bergerak di bisnis kemasan plastik itu akan menerbitkan OWK sebanyak-banyaknya 32,58 miliar unit dengan nilai nominal Rp 10 per OWK. Berdasarkan prospektus rights issue, setiap pemegang 5 saham lama PACK yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD. 

Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 OWK dengan harga pelaksanaan Rp 100 per unit yang wajib dibayar penuh pada saat pemesanan. Sehingga perseroan dapat menghimpun dana sebesar Rp 3,28 tiliun.

“OWK dalam PMHMETD I ini diterbitkan tanpa bunga atau kupon dan dapat diperdagangkan, namun tidak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia,” tulis manajemen dalam prospektus rights issue PACK, dikutip Senin (5/1).

Dalam skema ini jika OWK yang ditawarkan tidak seluruhnya diserap oleh pemegang saham, sisa OWK akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya. Jika setelah proses tersebut masih terdapat sisa OWK yang tidak diambil, pemegang saham utama PACK, PT Eco Energi Perkasa akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap seluruh sisa OWK.

Apabila seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan seluruh OWK dikonversi menjadi saham baru, maka modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat signifikan menjadi Rp 341,84 miliar, dari sebelumnya Rp 15,97 miliar sebelum aksi tersebut.

Rencananya, dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk dua kepentingan utama. Pertama, sekitar 86,93% atau setara Rp 2,82 triliun akan dialokasikan untuk penyaluran dana kepada entitas anak, yakni APR dan SCR. Dana tersebut digunakan melalui penyetoran modal dan pemberian pinjaman untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU.

Kedua, sekitar 13,07% dari dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Dana ini antara lain dialokasikan untuk biaya operasional, seperti gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, perlengkapan kantor, serta biaya profesional dan konsultan, termasuk jasa audit dan perpajakan, seiring peran perseroan sebagai perusahaan induk.

Adapun jadwal sementara pelaksanaan rights issue PACK adalah sebagai berikut:

  • Cum-HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 9 Januari 2026
  • Ex-HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 12 Januari 2026
  • Cum-HMETD di Pasar Tunai: 13 Januari 2026
  • Ex-HMETD di Pasar Tunai: 14 Januari 2026
  • Distribusi HMETD: 14 Januari 2026
  • Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia: 15 Januari 2026

Harga saham PACK naik 9,71% atau 200 poin ke level 2.260 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (5/1). Harga sahamnya melonjak 205,41% secara tahunan atau year on year.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...