IHSG Diramal ke 8.900, Saham MDKA, TLKM, TINS, WIFI dan TPIA Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham hari ini, Selasa (6/1). Sebelumnya apabila menilik pergerakan Senin (5/1), IHSG mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH) dengan naik 1,27% ke 8.859 dan pergerakannya masih didominasi oleh naiknya volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, menyampaikan secara teknikal Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii] dan bahkan diproyeksikan bakal naik menyentuh level 8.905.
“Sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.852-8.905,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (6/1).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.705 dan 8.584. Sementara resistance terdekat berada di 8.822 dan 8.870.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), akumulasi beli di rentang Rp 1.550–Rp 1.630 dengan target harga di Rp 1.800–Rp 1.895, sementara level stoploss di bawah Rp 1.490.
Kemudian PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.430–Rp 3.500 dengan target harga di Rp 3.780–Rp 3.930, serta stoploss di bawah Rp 3.310.
Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) disarankan speculative buy di level Rp 6.900–Rp 6.975 dengan target harga Rp 7.225 dan Rp 7.500 stoploss jika di bawah Rp 6.825.
Lalu Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG didukung oleh indikator MACD yang membentuk golden cross, seiring penguatan Stochastic RSI di area pivot. Kondisi tersebut diperkuat oleh kenaikan volume beli, sehingga IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji level 8.900 sebelum bergerak menuju level psikologis 9.000.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Timah Tbk (TINS), dan PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID).
CGS International Sekuritas Indonesia juga merekomendasikan sejumlah saham dengan strategi speculative buy, di antaranya:
- PT Timah Tbk (TINS) level support di Rp 3.250 dan cut loss jika menembus di bawah Rp 3.180. Selama bertahan di atas Rp 3.250, TINS berpeluang menguat ke kisaran Rp 3.390–Rp 3.460 dalam jangka pendek.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) support di Rp 2.430 dan cut loss jika turun di bawah Rp 2.380. Jika tidak menembus support tersebut, MDKA berpotensi naik ke area Rp 2.530–Rp 2.580.
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) support di Rp 1.690 dan cut loss jika turun di bawah Rp 1.655. Selama bertahan di atas Rp 1.690, ARCI berpeluang menguat ke rentang Rp 1.760–Rp 1.795.
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) support di Rp 2.220 dan cut loss jika melemah di bawah Rp 2.170. Apabila mampu bertahan di atas Rp 2.220, HRTA berpotensi naik ke area Rp 2.320–Rp 2.370.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan support di Rp 3.510 dan cut loss jika turun di bawah Rp 3.440. Apabila tidak menembus level tersebut, TLKM berpeluang menguat ke kisaran Rp 3.650–Rp 3.720.
- PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan support di Rp 500 dan cut loss jika melemah di bawah Rp 486. Selama bertahan di atas Rp 500, BBYB berpotensi naik ke area Rp 530–Rp 545 dalam jangka pendek.
