IHSG Rawan Terkoreksi, Saham JSMR, ICBP, PGEO dan ADRO Jadi Rekomendasi Analis

Nur Hana Putri Nabila
8 Januari 2026, 06:38
Layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun 2026 di zona hijau, menguat 0,34% di level 8.676 dengan sepulu
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun 2026 di zona hijau, menguat 0,34% di level 8.676 dengan sepuluh menit perdagangan pertama nilai transaksi saham telah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Kamis (8/1). Pada perdagangan Rabu (7/1) IHSG ditutup menguat di level 8.994.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai tekanan jual mulai muncul pada perdagangan saham Rabu (7/1), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap ditutup menguat 0,13% ke level 8.944.

Ia memperkirakan pergerakan IHSG saat ini berada pada fase wave (v) dari wave [iii], sehingga ruang penguatan indeks masih terbuka di kisaran 8.994 hingga 9.077.

“Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.77-8.879,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (8/1). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.867 dan 8.776. Sementara resistance terdekat berada di 8.960 dan 8.996.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akumulasi beli di rentang Rp 3.430–Rp 3.490 dengan target harga di Rp 3.590–Rp 3.640, sementara level stoploss di bawah Rp 3.380.

Kemudian PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 7.675–Rp 7.925 dengan target harga di Rp 8.250–Rp 8.575, serta stoploss di bawah Rp 7.600.

Sementara itu PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) disarankan speculative buy di level Rp 1.705–Rp 1.765 dengan target harga Rp 1.815 dan Rp 1.890 stoploss jika di bawah Rp 1.650.

Lalu Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal histogram positif MACD masih melanjutkan penguatan. Namun, momentum beli mulai melemah dengan indikator Stochastic RSI berada di area jenuh beli. Kondisi tersebut meningkatkan potensi aksi ambil untung terutama jika ketegangan geopolitik global kembali meningkat.

“IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.850-8.900 dan resistance di 8.970-9.000,” demikian tertulis dalam analisisnya.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...