IHSG Catat Rekor Baru Tembus Level 9.000, Optimistis Lanjut ke 10.000?

Nur Hana Putri Nabila
8 Januari 2026, 10:16
IHSG
Katadata/Fauza Syahputra
Layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Harga Saham Gabungan atau IHSG menembus level 9.001 naik 56,42 poin atau 0,63% pada perdagangan saham intraday pagi ini, Kamis (8/1) pukul 10.02 WIB. Pada perdagangan hari ini, total volume sebesar 190,51 juta lot, senilai Rp 9,79 triliun, dan frekuensi transaksi mencapai 1,43 juta kali.

Di pasar reguler volume transaksi tercatat 179,23 juta lot dengan nilai Rp 9,61 triliun, dan frekuensi transaksi sebanyak 1,40 juta kali. Sementara itu, pasar negosiasi atau transaksi nego mencatat volume 5,67 juta lot, senilai Rp 69,08 miliar, dengan frekuensi transaksi 121 kali.

Adapun Phintraco Sekuritas sebelumnya memproyeksikan secara teknikal histogram positif MACD masih melanjutkan penguatan. Namun, momentum beli mulai melemah dengan indikator Stochastic RSI berada di area jenuh beli. Kondisi tersebut meningkatkan potensi aksi ambil untung terutama jika ketegangan geopolitik global kembali meningkat.

“IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.850-8.900 dan resistance di 8.970-9.000,” demikian tertulis dalam analisisnya.

Adapun saham top gainers pada perdagangan pagi ini yakni PT Abadi Lestradi Indonesia Tbk (RLCO) yang menembus auto reject atas (ARA) dengan melesat 24,90% ke Rp 3.210. Kemudian diikuti PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BBRC) yang juga ARA sebanyak 23,58% ke Rp 152.

Kemudian saham dengan nilai transaksi tertinggi yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan naik 0,44% ke Rp 454 dan nilai transaksinya mencapai Rp 851,1 miliar. Lalu diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai transaksi Rp 777,2 miliar, sahamnya naik 3,98% ke Rp 2.090. 

Seiring dengan itu Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menembus target ke level 9.050 pada 2026. Sementara itu, pada skenario optimal IHSG bakal meningkat hingga 9.350. 

Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, mengatakan kenaikan IHSG itu bakal ditopang sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, serta ritel. Selain itu, sektor tembaga dan emas juga dinilai punya prospek signifikan untuk menopang kinerja IHSG pada 2026. Adapun pada akhir tahun 2025 ini Mandiri Sekuritas merekomendasikan bakal di level 8.800. 

“Kami mempertahankan rekomendasi overweight untuk pasar salam kami untuk ekuitas Indonesia dengan target harga IHSG dengan skenario base case kami di 9.050 pada tahun 2006, sementara untuk bull case-nya di 9.350,” kata Andry dalam Outlook Ekonomi 2026 secara virtual, Rabu (3/12). 

Diramal Tembus 10.000

Lalu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 10.000 pada akhir 2026. Ia menilai, secara fundamental, IHSG 2025 seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi namun tertahan oleh dinamika kebijakan dan sentimen pasar. 

“10.000 (IHSG) tahun depan? Oh lebih lah. Lebih kalau tahun depan ya,” kata Purbaya, di Jakarta, Rabu (31/12).  

Pada 2025, IHSG ditutup menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Capaian ini meleset dari prediksi Purbaya sebelumnya yang menyatakan IHSG bisa tembus 9.000. 

“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” ujar Purbaya lagi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...