IHSG Bergejolak hingga Ditutup Merah, Tersulut Aksi Ambil Untung Investor?
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,58% ke 8.884 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/1). Sebanyak 279 saham menguat, 435 saham terkoreksi, dan 97 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 40,10 triliun dengan volume 74,40 miliar saham dan frekuensi sebanyak 5,07 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi II ini sebesar Rp 16.150 triliun.
IHSG sempat tiba-tiba rontok mencapai 2,38% ke level 8.723 dalam perdagangan intraday siang ini, Senin (12/1) pukul 14.35 WIB. Padahal IHSG sempat menyentuh 9.000 pada saat perdagangan dibuka.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG turut dibebani oleh saham-saham sektor energi yang sempat turun sekitar 2%. Ia menilai anjloknya pasar modal dipicu oleh aksi ambil untung setelah sejumlah emiten energi mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Dan saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif,” kata Herditya ketika dihubungi wartawan, Senin (12/1).
Hal senada juga disampaikan pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai koreksi IHSG sekitar 2% dipicu aksi ambil untung setelah indeks menyentuh level psikologis 9.000. Menurutnya, dibutuhkan katalis fundamental baru untuk menjaga momentum di atas level tersebut.
Tekanan indeks juga gara-gara saham-saham berisiko tinggi seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang cenderung mengalami penyesuaian lebih dalam saat sentimen pasar berbalik.
“Pergerakan ini masih dapat dikategorikan sebagai koreksi sehat dalam tren yang ada,” ucapnya.
Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, enam sektor terpantau naik. Sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni konsumer siklikal dan industri kompak naik 2,22%. Adapun saham di sektor tersebut yang berada di zona hijau yakni PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,82% ke Rp 7.000 per lembar saham.
Di sisi lain, bursa saham Asia didominasi menguat. Indeks Hang Seng naik 1,44%, Straits Times tumbuh 0,47%, dan Shanghai Composite terangkat 1,09%. Sebaliknya Nikkei stagnan.
Saham top gainers:
- PT RMK Energy Tbk (RMKE) naik 17,10% ke Rp 7.875
- PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 12,50% ke Rp 3.240
- PT Sentul City Tbk (BKSL) naik 11,56% ke Rp 164
Saham top losers:
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) turun 13,55% ke Rp 1.180
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 11,73% ke Rp 7.150
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 11,52% ke Rp 9.052
