Respons Anak Usaha UNTR Agincourt Resources setelah Izin Tambang Emas Dicabut

Nur Hana Putri Nabila
21 Januari 2026, 16:05
anak usaha UNTR
Agincourt Resources
Pemandangan umum fasilitas penambangan emas di Martabe, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Tambang tersebut dioperasikan oleh PT Agincourt Resources (PTAR).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Agincourt Resources, buka suara seusai izin tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dicabut Presiden Prabowo Subianto.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyampaikan bahwa hingga saat ini perseroan belum bisa memberikan komentar lebih lanjut.

Tak hanya itu, dia mengatakan perusahaan belum menerima pemberitahuan resmi dan mengetahui secara detail terkait keputusan tersebut. Dia juga menegaskan perseroan menghormati setiap keputusan pemerintah dan tetap menjaga hak perseroan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Perseroan senantiasa menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh peraturan,” kata Katarina dalam keterangan resminya, Rabu (21/1).

Seiring dengan pencabutan itu, harga saham UNTR kini jatuh hingga auto reject bawah (ARB), anjlok 14,93% ke level Rp 27.200 per saham. 

Proyeksi Dampak ke Kinerja UNTR

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto, menilai pencabutan izin di Martabe tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kinerja UNTR. 

Berdasarkan estimasi Stockbit, dengan asumsi volume penjualan emas sekitar 220 ribu ons, kontribusi laba bersih dari tambang Martabe diperkirakan berada di kisaran 27–39% terhadap total laba bersih UNTR pada 2026F. Angka tersebut bergantung pada asumsi harga emas yang digunakan. Sebelumnya kegiatan operasional perusahaan diketahui telah dihentikan sementara sejak 6 Desember 2025.

Katadata.co.id sudah meminta konfirmasi dan penjelasan ke Corporate Secretary UNTR, Ari Setiawan. Namun sampai berita ini dipublikasikan, belum ada jawaban darinya.

Merujuk informasi yang dikutip dari laman UNTR, anak usaha Astra ini memiliki saham sebesar 95% di PTAR. Agincourt mengoperasikan tambang emas Martabe dengan area operasi seluas 479 hektare. Konstruksi tambang emas Martabe dimulai sejak 2008. Sementara kegiatan produksinya baru dimulai pada 2012.

Tambang emas Martabe menjadi salah satu pundi-pundi PT United Tractors Tbk (UNTR) yang kontribusinya terhadap pendapatan kuartal III 2025 mencapai Rp 10,3 triliun.

Berdasarkan laporan perkembangan usaha, dua anak usaha UNTR di sektor pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) membukukan total penjualan setara emas sebesar 178 ribu ons atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama pada 2024. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...