Ini Rencana Besar MORA setelah Merger dengan Anak Usaha DSSA
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mengungkapkan rencana besar setelah perseroan melakukan penggabungan usaha (merger) dengan entitas anak Grup Sinar Mas lewat anak usahanya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yaitu PT Eka Mas Republik (MyRepublic).
Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih melakukan penelaahan atas rencana merger tersebut. Manajemen MORA menargetkan persetujuan OJK dapat diperoleh pada 13 Maret 2026. Dengan begitu, tanggal efektif penggabungan dua entitas tersebut dapat terjadi pada 22 April 2026.
“Perseroan telah menyampaikan pernyataan penggabungan usaha kepada OJK pada 18 Desember 2025. Selanjutnya, pada 5 Januari 2026, OJK telah menyampaikan tanggapan atas pernyataan tersebut,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Kamis (22/1).
Usai merger, MORA berencana memperluas jaringan secara nasional, mengoptimalkan struktur biaya melalui integrasi jaringan backbone dan last mile, serta memperkuat segmen bisnis ritel dan enterprise. Melalui penggabungan ini, kedua entitas menargetkan menjadi penyedia layanan internet (ISP) dengan cakupan terluas. Dengan wajah baru, perseroan berharap dapat melakukan ekspansi ekspansi ke wilayah dengan permintaan tinggi.
Selain itu, MORA akan mengembangkan portofolio produk yang telah dimiliki bersama MyRepublic, termasuk menghadirkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Dari sisi MORA, penggabungan ini akan memperluas cakupan dan kapasitas infrastruktur jaringan, baik untuk layanan fiber to the home (FTTH) maupun pelanggan enterprise. Dengan integrasi tersebut, MORA dapat memasarkan layanan enterprise kepada pelanggan yang berada di jaringan FTTH MyRepublic.
Perseroan juga menargetkan terciptanya penguatan keuangan melalui optimalisasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur, seiring dengan meningkatnya skala bisnis setelah bergabungnya jaringan FTTH MyRepublic ke dalam MORA.
Sementara itu, bagi MyRepublic, merger dapat memperkuat kualitas dan keandalan layanan. Melalui integrasi dengan MORA, MyRepublic akan memperoleh akses langsung ke infrastruktur backbone berkapasitas besar, sehingga mampu meningkatkan stabilitas jaringan, menurunkan latensi, dan menjaga kualitas layanan yang lebih konsisten bagi pelanggan.
Penggabungan ini juga memungkinkan percepatan ekspansi jaringan last mile ke wilayah baru dengan memanfaatkan backbone MORA secara optimal. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan lebih terarah, waktu pemasaran layanan dapat dipercepat serta penggunaan belanja modal menjadi lebih efisien.
Secara keseluruhan, penggabungan MORA dan MyRepublic diharapkan dapat membentuk entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi di industri telekomunikasi nasional.
Terkait ketenagakerjaan, perseroan menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). MORA dan MyRepublic berencana mempertahankan seluruh karyawan, dengan jumlah tenaga kerja saat ini dinilai telah ideal.
Prospek Usaha setelah Merger
Manajemen MORA menyampaikan prospek jangka panjang bisnis mereka masih terbuka. Pasalnya, permintaan terhadap layanan internet berkecepatan tinggi yang stabil terus meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang pertumbuhan jangka panjang bagi industri internet broadband.
Selain itu, tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan, sehingga membuka ruang ekspansi yang signifikan, terutama di wilayah yang belum terlayani secara optimal. Dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur digital juga dinilai akan mendorong pertumbuhan industri melalui peningkatan permintaan dan perluasan jaringan.
Di luar layanan internet dasar, MyRepublic memiliki peluang untuk mengembangkan layanan bernilai tambah seperti IPTV, solusi konektivitas untuk segmen bisnis, serta berbagai layanan digital lain guna meningkatkan pendapatan dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Pada perdagangan hari ini secara intraday pukul 14.51 WIB, harga saham MORA tercatat terkoreksi 2,53% atau 350 poin ke level 13.500. Namun selama tiga bulan terakhir, harga sahamnya sudah melonjak 916,67% dan naik signifikan 3.419% dalam kurun waktu satu tahun ke belakang.
