Investor Asing Disebut Berminat Masuk BEI, Peluang IPO Bursa Efek Kian Terbuka?

Nur Hana Putri Nabila
22 Januari 2026, 16:58
IHSG
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman (kedua kiri) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi (kiri) mengikuti acara penutupan perdagangan BEI tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Minat investor asing untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencuat seiring proses demutualisasi bursa yang tengah disiapkan pemerintah. Skema ini membuka peluang perubahan struktur kepemilikan BEI, yang sebelumnya hanya dimiliki oleh perusahaan efek sebagai anggota bursa, menjadi lebih terbuka bagi pihak lain.

Pemerintah menargetkan proses demutualisasi BEI dapat rampung pada semester pertama 2026. Melalui mekanisme ini, kepemilikan bursa berpotensi tidak hanya dipegang pelaku industri, tetapi juga investor strategis, termasuk investor asing maupun negara.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia sekaligus Komisaris Independen Samuel Sekuritas, Budi Frensidy, menyebut ketertarikan investor asing terhadap kepemilikan BEI mulai terdengar di tengah pembahasan demutualisasi.

“Swasta dalam negeri atau luar negeri juga bisa. Konon sudah ada investor luar negeri yang berminat akan masuk,” kata Budi kepada Katadata.co.id seperti dikutip Kamis (22/1). 

Masuknya investor asing dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi transformasi BEI ke arah tata kelola yang lebih modern dan kompetitif secara global. Demutualisasi juga dipandang sebagai prasyarat penting apabila BEI ke depan ingin membuka opsi pendanaan yang lebih luas, termasuk melalui pasar modal.

Peluang IPO BEI Muncul

Seiring terbukanya struktur kepemilikan, peluang Bursa Efek Indonesia untuk melantai di bursa alias melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pun ikut mencuat. Budi Frensidy menyebut opsi tersebut secara teoritis memungkinkan.

“Iya, bisa saja dibuat IPO, jika mau,” ujar Budi.

Menurutnya, tujuan utama demutualisasi adalah memperbaiki tata kelola, meningkatkan daya saing global, serta mendorong inovasi produk pasar modal seperti derivatif, ETF, dan instrumen pembiayaan jangka panjang. Dengan kepemilikan yang lebih luas, akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan bursa juga dinilai dapat meningkat.

Dalam draf rancangan demutualisasi, pemerintah menilai struktur kepemilikan baru BEI dapat membantu memperdalam pasar modal. Penguatan ekosistem dilakukan baik dari sisi penawaran, seperti peningkatan free float, maupun dari sisi permintaan melalui partisipasi investor institusional.

BEI Masih Menunggu Arah Kebijakan

Meski isu minat investor asing dan IPO mencuat, manajemen BEI menegaskan hingga kini belum ada kepastian terkait masuknya investor baru. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengaku belum mendengar adanya investor asing yang sudah masuk dalam proses tersebut. 

“Belum dengar,” ujar Jeffrey singkat. 

Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan demutualisasi merupakan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Namun, ia menekankan posisi BEI saat ini masih sebagai objek kebijakan.

“Tanya pemerintah lah mau bagaimana strukturnya. Kami kan bursa, cuma objek,” kata Iman.

Iman menjelaskan, pascademutualisasi pengambilan keputusan akan berada di tingkat pemegang saham, pengawas, OJK, dan Kementerian Keuangan. Saat ini BEI tengah menyiapkan kajian terkait struktur organisasi dan tata kelola bursa setelah demutualisasi dengan membandingkan praktik di bursa lain.

Ia berharap proses tersebut tetap menjaga independensi bursa serta meminimalkan potensi konflik kepentingan, seiring terbukanya peluang masuk investor baru dan wacana IPO di masa depan.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...