IHSG Hari Ini Rawan Turun, Analis Soroti Potensi Saham BBCA, TLKM, ADRO dan ISAT
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal rawan turun pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (23/1). Pada perdagangan Kamis (22/1), HSG turun 0,20% atau 18,15 poin ke level 8.992 pada penutupan.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG kini didominasi aksi jual besar-besaran bahkan ditutup terkoreksi 0,2% ke 8.992 pada perdagangan Kamis (22/1). Secara teknikal, ia mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang area 8.988–8.956.
“Sedangkan area penguatan terdekat berada di 9.024–9.034,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (23/1).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.956 dan 8.905. Sementara resistance terdekat berada di 9.120 dan 9.192.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) akumulasi beli di rentang Rp 2.260–Rp 2.320 dengan target harga di Rp 2.420–Rp 2.490, sementara level stoploss di bawah Rp 2.180.
Lalu buy on weakness saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di level Rp 7.275–Rp 7.625 dan target harga ke Rp 7.800–8.100. Stoploss jika turun ke bawah Rp 7.375. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga direkomendasikan buy on weakness di harga Rp 1.225–1.245 dan target harga ke Rp 1.285–1.300.
Di samping itu Phintraco Sekuritas mengatakan bahwa meski sentimen global membaik, secara teknikal IHSG masih ditutup di bawah MA5, sementara indikator MACD berpotensi membentuk death cross. Hal itu mengindikasikan kenaikan dalam jangka pendek masih terbatas.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level support di 8.850-8.950,” tulis analisis Phintraco Sekuritas, Jumat (23/1).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Indosat Tbk (ISAT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).
