Emiten Bakrie (DEWA) Bocorkan Pendapatan Tembus Rp 4,65 T, Bagaimana Labanya?

Nur Hana Putri Nabila
27 Januari 2026, 10:51
Darma Henwa
Darma Henwa
Darma Henwa
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten kongsi Grup Bakrie–Salim PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membeberkan laba bersih perusahaan tercatat Rp 247,6 miliar hingga kuartal III 2025. Hingga saat ini, DEWA belum merilis laporan keuangan periode sembilan bulan terakhir karena masih dalam proses audit. 

Namun berdasarkan laporan keuangan unaudited sepanjang Januari–September 2025, DEWA membukukan pendapatan sebesar Rp 4,65 triliun. Adapun EBITDA perusahaan sebesar Rp 1,26 triliun dengan margin EBITDA mencapai 27,2%

Dari sisi neraca, total aset yang disesuaikan sebesar Rp 10,14 triliun. Lalu dari likuiditas sebesar Rp 4,35 triliun sementara total ekuitas yang disesuaikan sebesar Rp 3,85 triliun. 

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) menegur sejumlah emiten yang belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2025. Salah satu perusahaan yang mendapatkan peringatan adalah emiten tambang milik Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA). BEI menyatakan, emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan akan diberi label khusus berupa notasi “L”. 

Notasi ini berarti “Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan”. Pemberian notasi tersebut menjadi penanda bagi investor bahwa emiten terkait belum memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai ketentuan bursa.  

Menurut BEI terdapat sederet emiten yang masih belum menyampaikan laporan kinerja kuartal III 2025. Laporan tersebut dimuat dalam pengumuman bursa No. Peng-S-00001/BEI.PLP/01-2026.

Atas pelanggaran tersebut, BEI menjatuhkan sanksi administratif berupa surat peringatan, mulai dari Surat Peringatan Pertama (SP1) hingga Surat Peringatan Ketiga (SP3). BEI juga mengingatkan potensi denda bagi emiten yang tetap tidak patuh. Untuk emiten yang dijatuhi SP1, BEI memberikan sanksi tanpa denda. Emiten yang menerima SP1 diwajibkan menyampaikan laporan keuangan paling lambat pada 2 Januari 2026.

Proyeksi Kinerja Keuangan DEWA 

UOB Kay Hian memproyeksikan pendapatan DEWA tumbuh 105% secara tahunan (yoy) pada 2026 dan 69% yoy pada 2027. Menurut UOB Kay Hian, proyeksi tersebut ditopang oleh peningkatan volume produksi internal.   

Volume pemindahan lapisan tanah penutup (overburden) diperkirakan naik menjadi 146 juta BCM pada 2026 dan 209 juta BCM pada 2027. Dengan asumsi tersebut, pendapatan DEWA diproyeksikan mencapai Rp 758 miliar pada 2026 dan Rp 1,28 triliun pada 2027. S

seiring dengan potensi proyeksi positif kinerja keuangan DEWA, hal ini memberi kisi-kisi bahwa DEWA akan membagikan dividen. Perseroan tengah bekerja sama dengan regulator dalam inisiatif pengurangan selisih kurs valuta asing untuk mengompensasi kerugian kumulatif dari penyesuaian kurs yang belum terealisasi. 

Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang dividen di masa mendatang, tergantung persetujuan regulator dan auditor. Meski demikian, UOB Kay Hian mencatat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, antara lain potensi penurunan margin keuntungan, cuaca buruk, serta keterlambatan pelaksanaan proyek.  

“Kami terus memandang DEWA sebagai investasi jangka panjang yang menarik, didukung oleh pemulihan operasionalnya, CAGR EBITDA enam tahun yang kuat sebesar 39,6% pada periode 2024-30, dan potensi peningkatan dari segmen tembaga, yang tetap belum diperhitungkan dalam skenario dasar kami,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...