Emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), menargetkan bisa meraup dana hingga Rp 6,5 triliun lewat aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Tiga emiten yang berada di bawah naungan Grup Bakrie telah merilis laporan kinerja keuangan sepanjang 2025. Dua di antaranya mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara tahunan
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjajaki kerja sama penyaluran gas bumi dari Blok Kangean, Jawa Timur. Nantinya BIPI akan menerima pasokan dari blok miga tersebut.
Nama Nirwan Dermawan Bakrie tercatat sebagai pemegang manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Informasi tersebut tercantum dalam laporan yang disampaikan BUMI
Sederet saham milik para konglomerat Tanah Air rontok pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Penurunan tersebut turut menyumbang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hampir 7%
Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui anak usahanya, PT Imbang Tata Alam menemukan ladang minyak baru di Wilayah Kerja Malacca Strait, Riau.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merespons peringatan yang dilayangkan oleh Bursa Efek Indonesia. Teguran yang diterima dalam bentuk SP1 itu diterima lantaran belum buat laporan keuangan kuartal 3.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 90 miliar saham. Berapa saham investor yang akan terdelusi?
Saham-saham milik Grup Bakrie kembali mencuri perhatian pasar. Saham BUMI dan BRMS melonjak di tengah derasnya aksi beli asing, seiring masuknya Grup Salim.
Pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie menjadi sorotan investor pasar modal sepanjang 2025. Emiten-emiten yang berada di bawah kendali keluarga Bakrie mencatatkan kinerja moncer.