Geliat INDY Bentuk 2 Entitas Baru di Industri Kendaraan Bermotor dan Tambang
PT Indika Energy Tbk (INDY) memperluas portofolio bisnisnya dengan membentuk dua entitas anak usaha baru sepanjang Januari 2026. Pembentukan perusahaan tersebut dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Energi Makmur Buana (EMB).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 12 Januari 2026, EMB dan dan PT Mitra Motor Group (MMG) mendirikan perusahaan bernama PT INVI Manufaktur Andalan Indonesia (IMAI) yang berkedudukan di Jakarta. IMAI bergerak di dua bidang usaha, yakni industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih (KBLI 29101) serta industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, termasuk trailer dan semitrailer (KBLI 29200).
“EMB dan MMG merupakan anak perusahaan perseroan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (27/1).
Adi menjelaskan, pembentukan IMAI akan menambah entitas anak usaha yang laporan keuangannya dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Indika Energy. Dia menuturkan, langkah tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Selain itu, pada 26 Januari 2026, EMB bersama IMAI kembali membentuk entitas baru bernama PT Bima Invi Sinergi Alami (BISA). Perusahaan ini akan bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi kendaraan seperti mobil, bus, dan truk, serta penyewaan alat konstruksi dengan operator.
Selain itu, Adi juga menyebut, EMB dan IMAI juga anak perusahaan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Indika Energy. Seperti halnya pembentukan IMAI, pendirian BISA juga tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi perseroan serta untuk memastikan agar perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” kata Adi.
