IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Jagokan Saham BBNI, MBMA hingga JPFA

Karunia Putri
29 Januari 2026, 06:07
ihsg,
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1). Analis merekomendasikan saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) hingga PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG dapat segera bangkit (rebound) apabila pada penutupan hari ini tetap berada di atas garis SMA-120. Menurut dia, ada skenario alternatif, yaitu ekstensi koreksi menuju 7.959 sebelum terjadi rebound. 

IHSG ditutup naik tipis 0,05% ke level 8.980 pada perdagangan Rabu (28/1). Ia menyebut level support indeks berada di Rp 8.169, 7.959, 7.785 dan resistance di Rp 9.100, 8.359, 8.596, 8.837, 9.174.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (29/1). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Ivan memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor, yakni:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di 4.730 
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), beli di level 2.400 – 2.520 dengan target harga terdekat di 2880
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), hold) dengan target harga terdekat di 1.180
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), beli di level 3.320 – 3.420 dengan target harga terdekat di 3.700
  • PT United Tractors Tbk (UNTR), beli di level 22.750 – 23.500 dengan target harga terdekat di 27.000.

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham sebagai berikut:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • PT Indika Energy Tbk (INDY)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250 atau 8.000. Namun ia mewaspadai jika indeks menembus level psikologis 8.000 yang berpotensi dapat menguji level 7850.

“Namun jika tekanan jual mereda, investor dapat mencermati saham komoditas seiring dengan kenaikan harga komoditas,” katanya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok ke level 8,320 atau berkurang 7.35%. Tekanan jual terjadi setelah pengumuman MSCI yang memutuskan membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia, termasuk membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review bulan Februari 2026. 

Bahkan perdagangan sempat mengalami trading halt selama 30 menit karena IHSG sempat melemah 8% di perdagangan sesi 2. 

MSCI menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia belum memadai. Investor global masih melihat masalah mendasar terkait tingginya konsentrasi kepemilikan dan indikasi potensi perdagangan terkoordinasi. 

Kebijakan pembekuan sementara oleh MSCI ini bertujuan mengurangi risiko turnover indeks dan masalah investability. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...