IHSG Bangkit ke 8.232 Usai Trading Halt, Investor Buru Saham BBCA, BUMI, BMRI 

Nur Hana Putri Nabila
29 Januari 2026, 17:15
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading Syst
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 1,06% ke 8.232 pada perdagangan saham hari ini, Jumat (29/1). IHSG kini perlahan bangkit usai IHSG menjauh dari level tertingginya 9.134 pada 20 Januari 2026. 

Sebelumnya IHSG sempat rontok 8% ke level 7.654 hari ini, Kamis (29/1) pukul 9.26. WIB dan kapitalisasi pasar menjadi Rp 13.861 triliun. Ini merupakan trading halt kedua yang dilakukan bursa pada 2026. Penghentian pertama dilakukan bursa pada perdagangan kemarin, Rabu (28/1) pukul 13.43 WIB. 

Kini data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 68,17 triliun dengan volume 99,10 miliar saham dan frekuensi sebanyak 4,93 juta kali. Sebanyak 214 saham menguat, 521 saham terkoreksi, dan 73 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sore ini sebesar Rp 14.950 triliun.

Seiring dengan mulai pulihnya IHSG, saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,51 triliun dan volume perdagangan sebanyak 1,25 miliar lembar dan ditutup di Rp 7.175.

Kemudian diikuti sham Grup Bakrie–Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan nilai transaksi Rp 5,19 triliun dengan volume jumbo mencapai 20,20 miliar lembar ditutup di Rp 264. Ada pula saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan nilai transaksi Rp 3,41 triliun dengan volume perdagangan 773,01 juta lembar dan ditutup Rp 4.590.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, sembilan terpantau di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni konsumer siklikal merosot hingga 4,88%. Adapun saham di sektor tersebut yang terpantau turun yakni PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) anjlok 14,88% ke Rp 1.230.

Di sisi lain, bursa saham Asia seluruhnya menguat. Indeks Hang Seng naik 0,51%, Nikkei tumbuh 0,10%, Shanghai Composite naik 0,16%, dan Straits Times tumbuh 0,42%. 

Daftar Saham top gainers:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 18,59% ke Rp 1.850
  • PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik 6,67% ke Rp 1.600
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 5,29% ke Rp 3.780

Saham top losers:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 14,97% ke Rp 250
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) turun 14,92% ke Rp 3.250
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 14,88% ke Rp 1.230

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...