Deretan Emiten Berencana Buyback Saham: HEAL, BBHI, BBCA hingga RAJA

Karunia Putri
30 Januari 2026, 07:26
buyback saham, bbca, heal,
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah emiten mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Mereka di antaranya PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Direktur HEAL Yulisar Khiat menyampaikan perseroan akan melakukan buyback saham dengan jumlah maksimal 125 juta lembar. Dana yang disiapkan Rp 200 miliar.

Buyback saham HEAL akan berlangsung selama 30 Januari hingga 30 April, dengan harga pembelian maksimum Rp 1.800 per lembar.

Yulisar mengatakan, aksi buyback diharapkan dapat menstabilkan harga saham HEAL di tengah volatilitas pasar. Selain itu, saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri yang dapat dimanfaatkan perseroan untuk pengelolaan modal jangka panjang.

“Pembelian kembali saham juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan. Saham treasuri dapat dijual kembali di masa depan dengan nilai yang optimal apabila perseroan memerlukan tambahan modal,” ujar Yulisar dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1).

Harga saham HEAL turun 6,25% ke level 1.275 pada perdagangan Kamis (29/1). Secara mingguan, saham ini terkoreksi 9,25%.

Sementara itu, emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melanjutkan program buyback saham dengan memanfaatkan sisa dana Rp 60,65 miliar dari aksi korporasi sejenis periode Oktober 2025.

Manajemen BBHI memutuskan melanjutkan buyback hingga 29 April, karena masa pelaksanaan sebelumnya berakhir pada 29 Januari. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja fundamental perseroan, sekaligus menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Emiten manajer investasi PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) juga berencana melaksanakan buyback saham pada periode 30 Januari hingga 30 April. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp 7 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya.

Manajemen AMOR menyebut, buyback saham bertujuan memperkuat keyakinan terhadap nilai dan prospek jangka panjang perseroan. Dengan valuasi saham yang berada di bawah rata-rata historis, aksi ini dinilai sejalan dengan strategi pengelolaan modal jangka panjang guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan dana jumbo hingga Rp 5 triliun untuk aksi buyback saham. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan porsi saham publik atau free float tetap dijaga minimal 7,5%.

“Perseroan bermaksud untuk melaksanakan Buyback dalam rangka mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada 2026, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham,” ujar manajemen BBCA dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (29/1).

Buyback saham BBCA akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret, dengan jangka waktu pelaksanaan maksimal 12 bulan sejak disetujui. Buyback dilakukan di BEI melalui pasar reguler dan hanya melalui PT BCA Sekuritas, menggunakan dana internal perseroan.

Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana buyback saham dengan dana maksimal Rp 250 miliar. Emiten milik pengusaha Happy Hapsoro ini akan membeli kembali saham tidak lebih dari 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan free float tetap dijaga minimal 7,5%.

Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus. Pelaksanaan buyback akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar manajemen RAJA dalam keterbukaan informasi BEI.

Manajemen RAJA menyebutkan, aksi buyback saham akan berlangsung mulai 29 Januari hingga 28 April. Dana yang digunakan berasal dari kas internal perseroan dan tidak akan mengganggu operasional perusahaan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...