Danantara Buka Peluang Masuk ke BEI, Tunggu Aturan Demutualisasi Rampung

Karunia Putri
30 Januari 2026, 12:53
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan paparan realisasi investasi triwulan IV 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Menteri Inves
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan paparan realisasi investasi triwulan IV 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun atau naik 12,7% dari capaian 2024 senilai Rp 1.714.2 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara berencana masuk ke pasar modal Indonesia sebagai investor. Opsi itu bakal terbuka setelah proses demutualisasi rampung pada kuartal pertama tahun ini.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya terbuka untuk masuk sebagai investor BEI setelah proses demutualisasi rampung.

“Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi tentunya ada antara berkeinginan untuk masuk juga,” kata Rosan kepada wartawan di Wisma Danantara, Jumat (30/1).

Terkait skema masuknya, Rosan mengatakan akan melihat struktur ke depan yang dinilai terbaik, tak terkecuali lewat penawaran perdana publik atau initial public offering (IPO). Sementara itu, untuk berapa besaran saham yang akan di masukkan, Rosan tak menjelaskan lebih lanjut.

“Ya nanti kita lihat lah. Yang penting justru dengan keberanian kita ini kita ingin menjadi lebih baik dan lebih terbuka,” kata dia.

Rosan juga menyatakan Danantara akan masuk sendiri, tidak melalui sekuritas ataupun perusahaan BUMN.

“No, bisa langsung. Bisa langsung,” katanga

Rosan bilang saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah. “Kita masih menunggu saja. Tapi pada dasarnya ya kita tuh selalu siap saja,” katanya.

Demutualisasi Jalan Negara Masuk ke BEI

Pemerintah segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan tuntas pada triwulan pertama tahun ini. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. 

“Kami bisa sampaikan juga kami memahami dalam diskusi dengan pemerintah bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa dalam kuartal pertama tahun ini,” ucap Mahendra di Gedung BEI, Jakarta, kamis (29/1). 

Sebelumnya, pemerintah dan otoritas pasar modal menargetkan proses pemisahan keanggotaan dan kepemilikan bursa dapat mulai berjalan pada semester pertama 2026. 

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari reformasi tata kelola pasar modal nasional agar lebih modern, transparan, dan berdaya saing global. 

Melalui skema demutualisasi, struktur kepemilikan BEI tidak lagi hanya dimiliki oleh perusahaan efek sebagai anggota bursa, tetapi juga dapat terbuka bagi pihak lain, termasuk negara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...