IHSG Rawan Terkoreksi, Saham AADI, JSMR, ICBP dan INDF jadi Rekomendasi Analis

Nur Hana Putri Nabila
3 Februari 2026, 07:02
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham G
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8 persen menjadi 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan masih rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2).  Pada perdagangan Senin (2/2) IHSG ditutup turun 5,4%. 

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG kini disertai dengan munculnya tejakanan jual kala IHSG ditutup anjlok 4,88% ke 7.922 pada Senin (2/2). Secara teknikal, ia juga menyebut cermati area koreksi di 7.835–7.680.

“Kemudian untuk area penguatan berada di 8.128–8.527,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (3/2). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.654 dan 7.481. Sementara resistance terdekat berada di 8.094 dan 8.318.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akumulasi beli di rentang Rp 7.950–Rp 8.000 dengan target harga di Rp 8.150–Rp 8.350, sementara level stoploss di bawah Rp 7.825. 

Kemudian PT Vale Indonesia Tbk (INCO) buy on weakness di Rp 5.100–5.525 dengan target ke Rp 6.425–6.850, dan stoploss jika ke Rp 4.960. Lalu PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.570–Rp 3.600 dengan target harga di Rp 3.650–Rp 3.680, serta stoploss di bawah Rp 3.560. 

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai sentimen negatif pasar berasal dari koreksi harga komoditas yang selama ini menopang penguatan IHSG. Investor juga masih mencermati perkembangan langkah OJK dan BEI yang menggelar pertemuan dengan MSCI untuk memulihkan kepercayaan investor global serta membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia.

Meski demikian, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,94 miliar pada 2 Februari. Dari sisi data ekonomi, PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 52,6 pada Januari 2026 dari 51,2 pada bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 2,52 miliar pada Desember 2025, meningkat dari US$ 2,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring pertumbuhan ekspor sebesar 11,64% secara tahunan. Sementara itu, inflasi berakselerasi menjadi 3,55% YoY pada Januari 2026, meskipun secara bulanan terjadi deflasi 0,15% MoM.

Dalam pertemuan dengan MSCI, OJK, BEI, dan KSEI mengajukan proposal solusi untuk merespons kekhawatiran terkait transparansi pasar saham Indonesia. Otoritas pasar modal menyampaikan tiga komitmen utama, yakni pembukaan data kepemilikan saham di atas 1%, kenaikan batas minimum free float menjadi 15%, dan peningkatan kejelasan dan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership pemegang saham.

Secara teknikal, histogram MACD negatif semakin melebar dan mengindikasikan adanya pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Di sisi lain, IHSG masih bertahan di atas level MA200 di kisaran 7.786.

“Selama IHSG masih berada di bawah level 8.000, diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 7.786,” tulis Phintraco. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...