Rapat Direksi BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik jadi PJs Direktur Utama hingga Juni

Nur Hana Putri Nabila
3 Februari 2026, 13:33
Direktur Pengembangan PT BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/3/2025). Konferensi pers tersebut membahas mengenai \"Solidaritas dan Sinergi Pemangku K
Katadata/Fauza Syahputra
Direktur Pengembangan PT BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/3/2025). Konferensi pers tersebut membahas mengenai \"Solidaritas dan Sinergi Pemangku Kepentingan Pasar Modal\".
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menunjuk Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik sebagai pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama. Jeffrey menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri dari posisi Dirut.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Sunandar mengatakan penunjukan Jeffrey ditetapkan dalam Rapat Direktur (Radir) yang dilaksanakan pada Jumat (30/1).

"Waktu hari Jumat langsung," ungkap Sunandar, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2).

Meski demikian, Sunandar menyebut posisi Pjs Direktur Utama BEI belum diresmikan karena penetapan pjs sementara harus menunggu surat pengunduran diri dari direktur utama sebelumnya. Sunandar juga menyebut Jeffrey akan menjabat hingga Juni 2026.

Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI akan rencananya juga akan diselenggarakan pada Juni 2026.

Bagaimana profil dan sepak terjang Jeffrey Hendrik yang kini jadi Dirut BEI? 

Profil Jeffrey Hendrik 

Mengutip laman resmi BEI, Jeffrey Hendrik diangkat sebagai direktur pengembangan usaha Bursa Efek Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022. Ia mengawali kariernya di PT Zone Pratama pada 1994–1996. Selanjutnya, ia berkiprah di bidang corporate finance di PT Transpacific Securindo pada 1996–1999. Jeffrey kemudian menjabat sebagai direktur utama PT Phintraco Sekuritas selama periode 1999–2022. 

Selain itu, Jeffrey pernah menjadi anggota Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi Bursa Efek Indonesia pada 2019–2020. Ia juga tercatat sebagai pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) di Departemen Perdagangan Efek pada 2020–2022, serta menjadi anggota Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021. Jeffrey meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995. 

Kata Jeffrey soal Pasar Modal Indonesia ke Depan 

Dalam kesempatan yang sama dengan Purbaya di Wisma Danantara, Jeffrey menjelaskan, menindaklanjuti pengunduran diri Iman, mekanisme internal di BEI telah dijalankan melalui rapat direksi untuk menunjuk pejabat sementara direktur utama, dan keputusan tersebut telah disetujui oleh Dewan Komisaris. Ia memastikan operasional Bursa Efek Indonesia tetap berjalan normal, termasuk proses pengambilan keputusan manajemen yang tidak akan terganggu. 

“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” kata Jeffrey. 

Jeffrey menambahkan, BEI terus meningkatkan transparansi dan tata kelola serta mencermati perkembangan terbaru di pasar global. BEI juga telah berkomunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang diharapkan investor. Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan perdagangan di BEI tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...