Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Aksi Jual Saham Teknologi AS

Nur Hana Putri Nabila
5 Februari 2026, 06:52
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (4/2) seiring meningkatnya aksi jual di saham teknologi hingga Advanced Micro Devices (AMD) anjlok.

Indeks S&P 500 melemah 0,51% dan ditutup di level 6.882,72 dan Nasdaq Composite tertekan 1,51% dan berakhir di level 22.904,58. Sebaliknya, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 260,31 poin atau 0,53% ke posisi 49.501,30. 

Sentimen risk-off juga semakin menguat setelah harga bitcoin turun lebih dari 3%, usai sebelumnya sempat menembus level US$ 73.000.

Saham AMD menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan tajam hingga 17%, menyusul proyeksi kinerja kuartal pertama yang dinilai mengecewakan oleh sejumlah analis. 

Menanggapi hal tersebut, CEO AMD Lisa Su mengatakan bahwa permintaan perusahaan menunjukkan kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan perkembangan kecerdasan buatan (AI) berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraannya.

Selain itu tekanan juga melanda saham-saham chip lainnya. Broadcom terkoreksi 3,8%, sementara Micron Technology anjlok 9,5%.

Selain sektor semikonduktor, sejumlah saham perangkat lunak masih berada di bawah tekanan, termasuk Oracle dan CrowdStrike yang melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Saham Oracle turun 5%, sedangkan CrowdStrike melemah lebih dari 1%.

Sebaliknya beberapa saham teknologi besar seperti Microsoft justru di zona hijau dengan kenaikan hampir 1%.

Kepala investasi Certuity, Scott Welch, mengatakan sejak akhir tahun lalu pasar mulai melakukan menggolongkan saham-saham yang dinilai sebagai pemenang dan pecundang di sektor kecerdasan buatan (AI).

“Saya kira tren itu masih berlanjut hingga sekarang,” ujar Welch seperti dikutip CNBC, Kamis (5/2).

Di indeks Dow Jones, saham Amgen menjadi salah satu pendorong utama indeks. Emiten bioteknologi tersebut melonjak sekitar 8% setelah membukukan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar. Saham Honeywell juga melonjak hampir 2%, seiring pergeseran minat investor dari saham teknologi menuju saham-saham bernilai.

Welch menyebut pergerakan itu sebagai bagian dari rotasi pasar yang wajar. Menurutnya, selama ini pasar terlalu didominasi saham-saham berkapitalisasi besar berbasis pertumbuhan, sementara saham bernilai, saham berkapitalisasi kecil, serta pasar di luar Amerika Serikat justru tertekan dan terabaikan. Padahal kinerjanya tahun lalu hampir dua kali lipat dibandingkan pasar domestik AS.

“Semua proses ini sudah berlangsung cukup lama, dan kini mulai terlihat dampaknya,” tambah Welch.

Di sisi data ekonomi, ADP pada Rabu merilis laporan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta untuk Januari yang hanya mencatat penambahan 22.000 pekerjaan. Angka itu jauh di bawah estimasi 45.000 pekerjaan berdasarkan survei Dow Jones.

Biasanya, laporan ADP menjadi indikator awal menjelang rilis data gaji non-pertanian dari Biro Statistik Tenaga Kerja. Namun, laporan tersebut tidak dirilis pekan ini akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Penutupan yang dimulai Sabtu lalu resmi berakhir pada Selasa usai Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, indeks utama Wall Street melemah seiring pergeseran investor dari saham pertumbuhan berisiko ke saham-saham siklikal seperti Walmart. Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing turun hampir 3%. Saham-saham infrastruktur AI utama, termasuk Broadcom, Oracle, dan Micron, juga ditutup melemah. Akibatnya, sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk di S&P 500 setelah anjlok lebih dari 2%.

Perhatian investor tengah tertuju pada Alphabet yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar Rabu. Sementara itu, Amazon, anggota lain dari kelompok “Magnificent Seven” akan menyampaikan laporan kinerja kuartalan pada Kamis.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...