Bocoran Danantara Mau Rampingkan Telkom (TLKM), Pangkas Puluhan Entitas Usaha

Nur Hana Putri Nabila
11 Februari 2026, 13:59
TLKM
Katadata/Fauza Syahputra
Logo Telkom Indonesia (ilustrasi). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia berencana untuk merampingkan bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan memangkas jumlah entitas anak usaha.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia membocorkan rencana perampingan bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Menurut rencana tersebut, jumlah anak usaha emiten telekomunikasi itu nanti tinggal menjadi belasan saja.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, Telkom saat ini memiliki sekitar 66 entitas usaha yang ke depannya akan dirampingkan dan lebih fokus ke bisnis. Menurut dia, Telkom nanti menjadi strategic holding.

“Sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom Itu hanya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja, nah nantinya akan semua yang dari bawah akan tergabung ke atas,” kata Dony di Jakarta, Selasa (11/2). 

Dia menyebut Telkom hanya akan memiliki empat unit bisnis utama. Pertama, Telkomsel yang berperan sebagai perusahaan telekomunikasi inti. Kedua, Infraco yang berfokus pada bisnis serat optik. Yang ketiga, ada Mitratel yang akan menangani bisnis menara telekomunikasi. Sementara yang keempat adalah unit bisnis pusat data (data center). 

Selain itu, Dony menyebut akan dikembangkan lagi satu lini bisnis infrastruktur yang nantinya sebagai penopang operasional bagi keempat unit utama.  

Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, Danantara sedang melakukan transformasi besar-besaran terhadap perusahaan BUMN, khususnya dalam segi sumber daya manusia (SDM). Dia berharap, rencana tersebut dapat terealisasi pada BUMN dari yang besar hingga ke bawahnya.

Menurutnya, Telkom telah merespons positif transformasi yang dilakukan Danantara khususnya di bidang digital. “Kita dengan adanya teknologi baru, AI, dan blockchain harus bertransformasi dan beradaptasi dengan itu," ujar Rosan.

Spin Off Aset Rp 90 Triliun ke InfraNexia

Menjelang akhir 2025, TLKM resmi memisahkan atau melakukan spin off bisnis dan aset wholesale fiber connectivity (tahap I) ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia. 

Direktur Strategic Business Development & Portofolio Telkom, Seno Soemadji mengatakan, nilai aset InfraNexia pada tahap pertama senilai Rp 35 triliun, dan total asetnya setelah proses spin off selesai mencapai Rp 90 triliun. Telkom akan mengalihkan hampir seluruh bisnis dan aset Fiber Connectivity sebanyak 99,99% ke InfraNexia. 

Pada tahap awal, pengalihan kepemilikan baru terealisasi sebesar 50%. Adapun InfraNexia diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru yang akan mendukung peningkatan kinerja Telkom melalui optimalisasi aset infrastruktur serta penguatan kualitas layanan infrastruktur digital. 

Lewat spin off, InfraNexia akan mengembangkan bisnis fiber, mendorong efisiensi operasional dan belanja investasi, serta membuka ruang bagi skema network sharing dan kemitraan strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...