Deret Emiten Berpotensi Bersinar saat Ramadan, AMRT hingga BUMI

Karunia Putri
19 Februari 2026, 09:29
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan me
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Momentum Ramadan kembali menjadi katalis positif bagi pergerakan sejumlah saham di pasar modal. Selain identik dengan peningkatan aktivitas ibadah, periode Ramadan hingga Idulfitri juga menandai lonjakan konsumsi rumah tangga yang mendorong kinerja emiten, khususnya di sektor konsumsi dan ritel.

Secara historis, permintaan terhadap makanan dan minuman, kebutuhan harian, fesyen hingga ritel modern meningkat signifikan selama Ramadan. Tahun ini, warga Muhammadiyah mulai menjalankan puasa pada Rabu (18/2) sementara penganut Nahdlatul Ulama memulai pada Kamis (19/2).

Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan terdapat sejumlah saham yang menarik dicermati selama periode tersebut.

Ia merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga Rp 328 atau potensi kenaikan sekitar 12%. Selain itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga dinilai menarik dengan target harga Rp 1.795 dan potensi upside sekitar 14%.

Saham Ritel dan Gaya Hidup Berpotensi Terdongkrak

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai Ramadan dan Lebaran identik dengan peningkatan konsumsi, sehingga saham-saham berbasis tactical play di sektor ritel dan gaya hidup berpotensi menguat.

Salah satu emiten yang dinilai diuntungkan adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Peningkatan belanja kebutuhan pokok dan parsel Lebaran melalui jaringan minimarket Alfamart yang tersebar hingga ke pelosok menjadi faktor pendorong utama.

“Penjualan biasanya melonjak drastis di bulan Ramadan. AMRT memiliki keunggulan dari sisi kedekatan lokasi dengan konsumen,” ujar David.

Selain itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga dinilai berprospek cerah. Tradisi membeli pakaian baru serta meningkatnya aktivitas makan di luar selama Ramadan dan Lebaran menjadi katalis bagi emiten yang mengelola berbagai merek internasional tersebut.

Penurunan suku bunga juga dinilai berpotensi meningkatkan daya beli segmen kelas menengah ke atas yang menjadi target pasar MAPI. Emiten lain yang turut diuntungkan adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), seiring penggunaan tunjangan hari raya (THR) untuk pembelian gawai baru. Harga saham ERAA saat ini berada di kisaran Rp 434.

Ekspansi gerai fisik serta peluncuran model smartphone terbaru menjadi pendorong kinerja perseroan. Mandiri Sekuritas juga memproyeksikan kinerja ERAA tetap kuat seiring meningkatnya permintaan selama periode musiman tersebut.

Dengan pola konsumsi yang meningkat setiap tahun, Ramadan dinilai tetap menjadi momentum strategis bagi investor untuk mencermati saham-saham yang berpotensi terdongkrak oleh belanja masyarakat.

Adapun hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana skenario terbaik apabila indeks mampu bertahan di atas 8.172, IHSG masih berpeluang naik ke rentang 8.377–8.440.

“Namun waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.098–8.155,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (19/2). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) akumulasi beli di rentang Rp 390–Rp 418 dengan target harga di Rp 458–Rp 494, sementara level stoploss di bawah Rp 362.

Kemudian PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.350–Rp 1.450 dengan target harga di Rp 1.595–Rp 1.720, serta stoploss di bawah Rp 1.245. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) disarankan speculative buy di level Rp 10.575–Rp 10.800 dengan target harga ke Rp 11.752–Rp 12.200.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...