Bank Danamon (BDMN) Beri Sinyal Pembagian Dividen, Tunggu RUPS Akhir Maret

Karunia Putri
19 Februari 2026, 19:59
Bank Danamon
Dok Danamon
Kantor pusat PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang berlokasi di Menara Bank Danamon, Jalan Prof Dr Satrio Kav E 4 Nomor 6, Mega Kuningan, Jakarta.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) memberi sinyal pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 31 Maret 2026. Perseroan menyatakan besaran dividen masih menunggu persetujuan pemegang saham.

Wakil Direktur Utama Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto mengatakan, manajemen tidak dapat menyampaikan angka pasti terkait dividen sebelum RUPST digelar.

“Ini tidak bisa dijawab secara eksak karena tentunya kami menunggu hasil RUPS,” ujar Honggo dalam paparan kinerja keuangan 2025 secara virtual, Kamis (19/2).

Kendati demikian, ia menyebut dalam beberapa tahun terakhir Danamon secara konsisten membagikan dividen dengan rasio pembayaran (payout ratio) sekitar 35% dari laba bersih.

Adapun pada tahun buku 2024, Danamon membagikan dividen sebesar Rp 113,85 per saham dengan total nilai sekitar Rp 1,1 triliun. Nilai tersebut setara 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,2 triliun.

Proyeksi Kinerja BDMN 2026

Chief Financial Officer (CFO) Danamon, Theresia Adriana menuturkan, pertumbuhan kredit dan trade finance pada 2026 diproyeksikan sejalan dengan target regulator dan strategi bisnis perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal.

Di sisi pendanaan, perseroan menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mengikuti target industri perbankan. Pencapaian tersebut juga akan dipengaruhi dinamika likuiditas serta kondisi makroekonomi.

Untuk kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) diperkirakan berada pada kisaran normal, yakni di level sekitar 1% hingga sedikit di atas 2% pada 2026. Angka tersebut akan menyesuaikan perkembangan perekonomian.

Sementara itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) diproyeksikan berada di kisaran 7,5% hingga 8%.

Theresia menambahkan, pertumbuhan kredit akan ditopang optimalisasi empat mesin bisnis utama perseroan, yakni segmen Enterprise Banking dan Financial Institution, Consumer Banking, usaha kecil dan menengah (SME), serta pembiayaan melalui Adira Finance. Namun, dia tidak memberikan angka tertentu untuk target tersebut. 

Adapun BDMN membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun pada 2025, tumbuh 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, serta perbaikan biaya kredit (cost of credit) yang turun 10% secara tahunan.

Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) konsolidasian mencapai Rp 9,6 triliun, meningkat 4% secara tahunan. Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang tetap solid di tengah dinamika industri perbankan.

Dari sisi profitabilitas, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) konsolidasian tercatat sebesar 7,7%. Perseroan juga menekankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis.

“Ini tercermin pada kualitas aset Danamon yang tetap terjaga dengan baik pada semester kedua Tahun 2025,” kata Theresia dalam paparan kinerja keuangan 2025 secara virtual, Kamis (19/2).

Dalam aspek intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp 212,7 triliun hingga 31 Desember 2025, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit didorong oleh seluruh lini bisnis, mulai dari Enterprise Banking dan Financial Institution, SME Banking, Consumer Banking, hingga Adira Finance.

Di sisi pendanaan, DPK konsolidasian tumbuh 16% menjadi Rp 176,9 triliun. Simpanan giro dan tabungan atau current account and saving account (CASA) naik 18% secara tahunan menjadi Rp 75,2 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...