Emiten Kesehatan SOHO Poles Portofolio, Tambah 5 Lini Usaha Baru Apa Targetnya?
Emiten sektor kesehatan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) memoles portofolio bisnis dengan menambah lima kegiatan usaha baru untuk perseroan serta sejumlah lini usaha baru pada anak perusahaannya.
Merujuk pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, penambahan kegiatan usaha tersebut mencakup perdagangan eceran obat tradisional untuk manusia (KBLI 47723), perdagangan eceran melalui media untuk komoditas makanan, minuman, tembakau, kimia, farmasi, kosmetik dan alat laboratorium (KBLI 47911), perdagangan eceran melalui media untuk barang campuran (KBLI 47914), perdagangan eceran melalui media untuk berbagai macam barang lainnya (KBLI 47919), serta perdagangan eceran atas dasar balas jasa atau kontrak (KBLI 47920).
Perseroan menyatakan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Selain SOHO, penambahan KBLI juga akan dilakukan untuk dua anak usahanya PT Soho Industri Pharmasi dan PT Parit Padang Global.
Langkah ini bertujuan memberikan dasar hukum bagi perseroan untuk menjalankan penjualan langsung kepada konsumen akhir atau direct-to-consumer. Sebelumnya, penjualan produk kepada konsumen dilakukan secara tidak langsung melalui pihak ketiga.
“Dengan tercantumnya KBLI tambahan dalam Anggaran Dasar, Perseroan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menentukan bentuk pelaksanaan kegiatan usaha dalam struktur grup, termasuk dalam hal pemilihan kanal penjualan serta pemanfaatan sarana penjualan berbasis media dan/atau pesanan” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (20/2).
Penambahan Lini Usaha PT Soho Industri Pharmasi
SOHOmenambah dua kegiatan usaha baru pada anak usahanya, PT Soho Industri Pharmasi (SIP). Dua kegitan usaha tersebut yakni pergudangan dan penyimpanan serta industri bahan baku obat tradisional untuk manusia. Bidang usaha tersebut sebelumnya telah tercantum dalam Anggaran Dasar, namun belum masuk dalam Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan penambahan tersebut, SIP akan memiliki total 18 kegiatan usaha.
SIP merupakan entitas yang dikendalikan langsung oleh SOHO dengan kepemilikan saham 99,64% dan laporan keuangannya dikonsolidasikan ke dalam laporan perseroan. Penambahan kegiatan usaha ini ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan baru tanpa mengubah karakteristik bisnis utama maupun model pengelolaan perusahaan.
Pelaksanaan kegiatan industri bahan baku obat tradisional akan ditangani tim internal yang saat ini juga menjalankan kegiatan industri eksisting dengan alokasi sekitar 10 tenaga kerja. Perseroan membuka peluang penambahan karyawan seiring perkembangan skala usaha.
Penyesuaian KBLI PT Parit Padang Global
Anak usaha lainnya, PT Parit Padang Global (PPG) yang 99,9% sahamnya dimiliki perseroan, juga melakukan penambahan KBLI.
Penyesuaian ini dilakukan seiring regulasi baru Badan Pengawas Obat dan Makanan yang mewajibkan PPG mengajukan izin Cara Distribusi Obat yang Baik bagi Penyelenggara Sistem Elektronik.
PPG akan menambah dua kegiatan usaha baru, yakni pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet atau e-commerce (KBLI 62012) serta portal web dan/atau platform digital untuk tujuan komersial (KBLI 63122).
Manajemen menyatakan penambahan kegiatan usaha tersebut tidak mengubah karakteristik bisnis utama, pola usaha, model manajemen, maupun segmen pasar PPG, melainkan untuk memastikan kesesuaian antara kegiatan operasional dengan perizinan yang berlaku.
Di pasar saham, harga saham SOHO terpantau turun 2,85% ke level 2.730 pada perdagangan hari ini pukul 10.37 WIB. kendati demikian, harga sahamnya melejit 94,31% dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data BEI, pada 20 November 2025, saham SOHO masih berada di posisi 1.545. Kemudian apabila ditarik lebih jauh lagi, saham SOHO berada di rentang Rp 655 - 740 pada periode Februari sampai September 2025.
Pergerakan agresif saham SOHO terlihat pada bulan Oktober dan sempat menyentuh harga tertinggi di level 3.380 pada 15 Januari 2026.
Adapun porsi saham publik atau free float SOHO masih 9,02% sementara kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 35,28 triliun.
