Aksi BIPI Usai Masuknya Bakrie, Serap Gas Bumi dari Blok Kangean untuk Olah LNG
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjajaki kerja sama penyaluran gas bumi dari Blok Kangean, Jawa Timur. Nantinya BIPI akan menerima pasokan dari blok miga tersebut. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Indogas Kriya Dwiguna.
Corporate Secretary BIPI Kurniawati Budiman mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026. Adapun Indogas Kriya Dwiguna merupakan entitas yang memiliki perjanjian kerja sama dengan PT Kangean Energy Indonesia Ltd., anak usaha dari Grup Bakrie yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). MoU tersebut berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan.
“MoU berlaku selama 1 (satu) tahun sejak tanggal penandatanganan,” tulis Kurniawati dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dikutip Jumat (27/2).
Mou tersebut menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk menjajaki kerja sama penyaluran gas bumi dari IKD kepada BIPI. Penyaluran tersebut akan dilakukan melalui entitas anak tidak langsung BIPI, yaitu PT Para Amartha LNG. Nantinya, Para Amartha akan mengambil pasokan migas dari Kangean untuk kebutuhan bahan baku fasilitas Mini LNG Plant.
Kurniawati menyatakan, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung proses pengolahan gas alam menjadi liquefied natural gas (LNG) sekaligus memperkuat pengembangan bisnis LNG perseroan.
MoU ini merupakan kesepahaman awal untuk kerja sama penyaluran gas bumi dari IKD kepada Perseroan melalui entitas anak tidak langsung, PT Para Amartha LNG, guna mendukung pengolahan gas alam cair (LNG) melalui fasilitas Mini LNG Plant.
Ia menjelaskan, kesepakatan ini belum memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan perseroan. Meski demikian, kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang positif bagi kegiatan operasional serta memperkuat pengembangan portofolio bisnis energi BIPI ke depan, khususnya pada segmen LNG.
Grup Bakrie Kuasai 6% Saham BIPI
Sebelumnya perusahaan holding investasi Grup Bakrie, PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), memborong saham BIPI hingga 3,82 miliar saham. Berdasarkan laporan kepemilikan saham, Bakrie Capital Indonesia membeli di harga Rp 248 pada 24 Februari 2026 dengan tujuan investasi. Kini Bakrie Capital Indonesia menguasai saham BIPI hingga 6%.
Adapun emiten yang dikendalikan langsung oleh Bakrie Capital Indonesia adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY),PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
Seiring dengan masuknya Bakrie di BIPI, harga saham BIPI pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (25/2), terpantau melesat 17,78% dan parkir di level Rp 322 per unit. Kapitalisasi pasarnya tembus Rp 20,51 triliun.
BIPI adalah emiten yang bergerak di bidang migas dan infrastruktur batu bara. Perusahaan itu juga tengah mengincar proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) yang diluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur, Raymond Anthony Gerungan mengatakan, perseroan telah menggarap proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sejak lebih dari tiga tahun lalu. Namun, perubahan kebijakan pemerintah pusat dan daerah membuat proyek tersebut perlu mengalami penyesuaian.
Saat ini, BIPI fokus mencari pendanaan setelah studi kelayakan rampung. Perseroan memperkirakan proyek tersebut membutuhkan investasi sekitar US$ 300 juta hingga US$ 350 juta. Berdasarkan paparan publik, proyek WtE BIPI direncanakan berlokasi di Pulau Jawa, meski lokasi spesifik dan mitra strategis belum diungkapkan.
