Chandra Asri (TPIA) Batasi Operasional Pabrik Usai Umumkan Force Majeure Perang

Ira Guslina Sufa
4 Maret 2026, 11:01
TPIA
Katadata
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memperoleh status Objek Vital Nasional Bidang Industri atau OVNI untuk Pabrik Petrokimia yang berlokasi di Ciwandan, Banten.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan sejumlah langkah yang diambil sebagai mitigasi atas ketegangan di kawasan Timur Tengah yang meluas. Dalam pernyataan terbaru, emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu itu menyatakan force majeure kepada mitra usaha lantaran terganggunya kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok di Selat Hormuz. 

Manajemen TPIA mengatakan status terbaru ditetapkan berdasarkan ketentuan kontraktual yang berlaku. Penyampaian ini disebut merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur. 

“Berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan,” jelas Manajemen dalam keterangan terbaru yang dikutip Rabu (4/3). 

Lebih jauh TPIA mengatakan manajemen secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang. Perusahaan juga mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami. 

“Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami,” ujar mereka lagi. 

Saat ini TPIA menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari meluasnya perang. Dalam kondisi global yang dinamis, perusahaan menyatakan komitmen untuk menjaga kesinambungan operasional, ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha.

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mengganggu arus pengiriman minyak di Selat Hormuz. Sejak serangan terjadi di kawasan tersebut, jumlah kapal tanker yang melintas dilaporkan turun signifikan. Padahal, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur pelayaran sempit tersebut.

Di sisi lain, Chandra Asri Pacific mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia yang memproduksi olefin dan poliolefin. Perusahaan juga memiliki dan mengelola fasilitas pengolahan serta industri kimia hilir di Singapura melalui skema joint venture.

Mengacu pada informasi di situs perusahaan, Chandra Asri memiliki kilang dengan kapasitas sekitar 237.000 barel per hari serta fasilitas cracker naphtha berkapasitas sekitar 0,9 juta metrik ton per tahun.

Sebelumnya, manajemen TPIA menyebut sekitar 50% kebutuhan petrokimia nasional masih dipenuhi melalui impor, sementara pertumbuhan permintaan di Indonesia melampaui rata-rata global. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi TPIA untuk memperkuat kapasitas produksi, mendorong substitusi impor, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian termasuk pembukaan lapangan kerja di dalam negeri.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...