Saham Naik 73,69%, Intip Pundi-Pundi Elnusa (ELSA) Raup Pendapatan Rp 14,49 T
Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Elnusa Tbk (ELSA), membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 718,4 miliar. Torehan itu naik 0,66% YoY dari periode yang sama pada 2024 sebesar Rp 713,66 miliar.
Berdasarkan kinerja keuangan tahun buku 2025, ELSA meraup pendapatan Rp 14,49 triliun atau naik 8,25% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp 13,39 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu juga diikuti oleh kinerja profitabilitas tatkala ELSA mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,5 triliun.
Direktur Utama ELSA, Litta Ariesca menyampaikan, capaian tersebut adalah hasil dari strategi transformasi Elnusa dengan berfokus pada penguatan kapabilitas layanan, efisiensi operasional, dan peningkatan nilai tambah bagi pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa konsisten memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapabilitas teknologi. Elnusa juga menjalankan optimalisasi portofolio layanan hingga penerapan disiplin operasional untuk menjaga kinerja perusahaan tetap berkelanjutan.
“Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan Elnusa,” kata Litta di Jakarta, Kamis (5/3).
Sepanjang 2025, segmen penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60% dari total pendapatan. Disusul segmen jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28% dan jasa penunjang migas sebesar 12%.
Dari sisi neraca, total aset sebesar ELSA Rp 10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun, dengan arus kas operasi mencapai Rp 1,7 triliun. Perseroan juga mampu menjaga net profit margin di level 5,0%.
Saham Melonjak 73,69%
Seiring dengan kinerja positifnya, harga saham ELSA juga melonjak hingga mencetak all time high baru ke Rp 1.000 pada perdagangan 2 Maret 2026. Saham jasa energi terintegrasi, khususnya hulu minyak dan gas (migas) itu telah meroket hingga 73,69% secara year to date (ytd).
Di samping itu, pada perdaganagn saham sesi pertama hari ini, Jumat (6/3), saham ELSA naik 0,58% ke Rp 865 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 6,31 triliun. Dalam sebulan terakhir ELSA naik 26,28% dan terangkat 69,61% dalam tiga bulan terakhir.
Sentimen positif juga didukung oleh peningkatan peringkat kredit perseroan oleh Pefindo menjadi idAA+ pada 2025. Litta mengatakan, Elnusa berkomitmen terhadap tata kelola yang baik, transparansi, serta komunikasi terbuka dengan investor.
Adapun ke depan Elnusa akan melanjutkan transformasi melalui penguatan inovasi, kapabilitas teknologi, serta sinergi dalam ekosistem Pertamina Group untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.
“Serta operational excellence agar dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri energi Indonesia,” ujar Litta.
Sepanjang 2025 Elnusa juga kinerja kontrak yang solid dengan perolehan kontrak baru dan backlog yang tetap kuat hingga 2026 di tiga lini bisnis utama.
Pada segmen integrated upstream oil and gas services, nilai kontrak yang dibawa dari 2024 tercatat Rp 10,9 triliun. Sepanjang 2025, Elnusa memperoleh kontrak baru senilai Rp 5,2 triliun dengan realisasi pekerjaan Rp 4,2 triliun sehingga backlog yang berlanjut ke 2026 mencapai Rp 11,9 triliun.
Di segmen oil and gas support services, kontrak carry over dari 2024 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan menambah kontrak baru Rp 2,1 triliun dan merealisasikan pekerjaan Rp 1,8 triliun. Adapun nilai kontrak yang diteruskan ke 2026 tercatat Rp 2,8 triliun.
Lalu segmen energy distribution and logistics nilai kontraknya mencapai Rp 7,3 triliun dari tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, segmen ini memperoleh kontrak baru Rp 8,8 triliun dengan realisasi Rp 8,9 triliun, sehingga backlog menuju 2026 tersisa Rp 7,2 triliun.
