Deret Saham Investor Kakap Lo Kheng Hong hingga Andry Hakim, Intip Portofolionya
Sejumlah nama investor besar di pasar modal Indonesia mulai terkuak setelah otoritas bursa membuka data kepemilikan saham di atas 1%. Kebijakan tersebut juga memperlihatkan sedert emiten yang sebelumnya tidak tercatat dimiliki oleh para investor kawakan tersebut.
Di antara nama yang mencuri perhatian adalah investor kawakan Lo Kheng Hong. Ia tercatat memiliki saham perusahaan ritel pengelola Ramayana PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) serta saham tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk SRIL alias (Sritex).
Selain itu, muncul pula nama Jonathan Chang. Jonathan mencuri perhatian karena ternyata memiliki banyak koleksi saham mulai dari sektor konsumen di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) hingga sektor energi PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Pembukaan data kepemilikan saham tersebut merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia untuk memperdalam pasar modal domestik.
Penjabat sementara Direktur Utama sekaligus Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan langkah ini juga berkaitan dengan berbagai proposal yang diajukan kepada penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell.
Dia menyebutkan, terdapat empat proposal utama yang diajukan kepada kedua penyedia indeks global tersebut. Salah satunya berkaitan dengan peningkatan transparansi data kepemilikan saham.
Penyediaan informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterbukaan data kepemilikan perusahaan tercatat. Data tersebut disajikan secara lebih terstruktur sehingga memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham emiten bagi investor maupun pemangku kepentingan lainnya.
Berikut sejumlah investor besar yang memiliki saham di atas 1%
Gurita Saham Lo Kheng Hong, Ada GJTL hingga RILS
Dalam data terbaru per 27 Februari 2026 tersebut, kepemilikan terbesar Lo Kheng Hong tercatat pada saham PT Intiland Development Tbk (DILD) sebanyak 696,03 juta saham atau setara dengan 6,71% dari total saham DILD yang beredar. Ia juga memiliki saham di PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebesar 6,44%, serta PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar 6,02%
Setelah data kepemilikan 1% dibuka, terkuak investor yang disebut sebagai Warren Buffett dari Indonesia memiliki saham RALS sebesar 2,16%, PT Clifan Finance Indonesia Tbk (CFIN) sebesar 1,58%, PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) sebesar 1,29% serta PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).
Berikut daftar saham genggaman Lo:
Di atas 5%
- PT Intiland Development Tbk (DILD): 6,71%
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR): 6,44%
- PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): 6,02%
- PT ABM Investama Tbk (ABMM): 5,62%
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP): 5,03%
Di bawah 1%
- PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS): 2,16%
- PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN): 1,58%
- PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG): 1,29%
- PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN): 1,24%
- PT Paninvest Tbk (PNIN): 1,23
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP): 1,21%
- PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST): 1,16%
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL): 1,02%
Saham Jonathan Chang Genggam Saham Ritel AMRT hingga Energi ESSA
Investor lain yang juga muncul dalam laporan tersebut adalah Jonathan Chang. Namanya mendadak jadi perhatian karena sebelum data 1% dibuka, nama Jonathan tak pernah diketahui publik. Seluruh saham yang dia genggam di bawah 5%.
Ia tercatat memiliki kepemilikan mendekati 5% pada saham AMRT. Jonathan menggengam sebanyak 1,99 juta saham AMRT atau setara dengan 4,81%. Dia juga memiliki 4,74% saham ESSA.
Selain itu, Jonathan juga memiliki saham BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sebesar 2,08% dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) sebesar 1,97%.
Mengutip berbagai sumber, Jonathan Chang disebut pernah menjabat sebagai komisaris ASII PT Astra International Tbk sejak Mei 2010 hingga Januari 2018. Ia juga pernah menjabat sebagai country chairman Jardine Matheson di Indonesia sejak 2009.
Sebelumnya, ia juga memegang sejumlah posisi penting di industri keuangan global, antara lain sebagai country head JP Morgan Indonesia pada 2000–2004 serta pimpinan di UBS Securities Indonesia pada 2004–2009. Jonathan merupakan lulusan akuntansi dari Monash University dan berstatus akuntan publik bersertifikat.
Daftar Saham Djoni Punya Saham DATA, MINA hingga FOLK
Nama lain yang juga muncul adalah investor Djoni. Mnegutip berbagai sumber, ia dikenal memiliki pendekatan investasi berbasis fundamental dengan horizon jangka panjang.
Djoni tercatat memiliki kepemilikan di atas 5% pada sejumlah emiten seperti PT Remala Abadi Tbk (DATA) memiliki 75 ribu saham DATA atau setara dnegan 5,45%. Ia juga punya saham Happy Hapsoro PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) sebesar 5,33% serta saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar 5,27%.
Di bawah 1%, Djoni punya saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebesar 2,59%, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) sebesar 1,50% dan PT Visi Media Asia Tbk (VISI) sebesar 1,34%.
Di atas 5%
- PT Remala Abadi Tbk (DATA): 5,45%
- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA): 5,33%
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI):%
- PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK): 5,14%
- PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE): 5,10%
- PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE): 5,09%
Di bawah 5%
- PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN): 4,88%
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY): 2,59%
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN): 1,50%
- PT Visi Media Asia Tbk (VISI): 1,34%
- PT Andira Agro Tbk (ANDI): 1,10%
Selain CBRE, Investor Andry Hakim Juga Punya Saham SOTS dan RMKO
Selain itu, terdapat pula investor muda Andry Hakim yang dikenal sebagai pendiri Stockwise. Ia juga masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 tahun 2026.
Andry tercatat memiliki kepemilikan lebih dari 5% pada saham PT Cakra Buana Resources Indonesia Tbk (CBRE) yakni sebesar 5,02%. Ia juga memiliki saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 3,96% dan PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) sebesar 2,40%.
Haiyanto Pemilik Saham ELSA, ELTY hingga CFIN
Investor besar lainnya yang ramai mengoleksi saham Indonesia adalah Haiyanto. Dia tercatat memiliki kepemilikan signifikan di sejumlah emiten. Di antaranya PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) sebesar 23,97%. Ia juga tercatat memegang saham PT Moderndland Realty Tbk (MDLN) sebesar 9,71%, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) sebesar 8,96% dan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) sebesar 8,31%, serta PT Elnusa Tbk (ELSA) sebesar 6,23%.
Selain kepemilikan di atas 5%, Haiyanto juga memiliki sejumlah saham dengan porsi di bawah 5%, di antaranya PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) sebesar 4,88%, PT Paninvest Tbk (PNIN) sebesar 4,49%, PT Lavender Bina Cendekia Tbk (BMBL) sebesar 4,22%, serta PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) sebesar 3,99%.
Di atas 5%
- PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS): 23,97%
- PT Moderndland Realty Tbk (MDLN): 9,71%
- PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI): 8,96%
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE): 8,31%
- PT Elnusa Tbk (ELSA): 6,23%
Di bawah 5%
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK): 4,88%
- PT Paninvest Tbk (PNIN): 4,49%
- PT Lavender Bina Cendekia Tbk (BMBL): 4,22%
- PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) : 3,99%
- PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA): 1,52%
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY): 1,22%
- PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM): 1,19%
Daftar Saham Surono Subekti
Investor lain yang juga muncul dalam data tersebut adalah Surono Subekti. Ia tercatat memiliki kepemilikan lebih dari 5% pada saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) sebesar 12,55% dan PT Cahaya Aero Service Tbk (CASS) sebesar 5,65%.
Selain itu, Surono juga memiliki kepemilikan antara 1% hingga di bawah 5% di sejumlah emiten lain seperti PT Ekadharma International Tbk (EKAD) sebesar 3,88%, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) sebesar 3,48%, PT Metrodata Elektronics Tbk (MTDL) sebesar 3,04% dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) sebesar 2,92%. Ia juga tercatat memegang saham CFIN sebesar 2,56%, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) sebesar 2,27%, serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar 2,26%.
Selain itu, Surono juga memiliki saham BOBA sebesar 2,14%, CEKA sebesar 2,04%, GUNA dan INCI masing-masing sebesar 1,74%, serta CLEO sebesar 1,22%. Kepemilikan lainnya antara lain ASRM sebesar 1,18%, ADES sebesar 1,04%, dan JPTE sebesar 1%.
Daftar Saham Winato Kartono
Nama lain yang juga muncul adalah pendiri perusahaan teknologi Provident Capital Indonesia yaitu Winato Kartono. Ia tercatat memiliki kepemilikan lebih dari 5% pada saham PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) sebesar 7,79%.
Selain itu, Winato juga memiliki kepemilikan di bawah 5% pada sejumlah emiten seperti PT Merdeka Gold resources Tbk (EMAS) sebesar 3,73%, PT Merdeka Bettery Materials Tbk (MBMA) sebesar 2,03% serta PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sebesar 1,71%.
Terbukanya data kepemilikan saham di atas 1% ini memberi gambaran lebih jelas mengenai peta investor individu di pasar modal Indonesia. Informasi tersebut juga menjadi referensi bagi pelaku pasar untuk membaca minat investor besar terhadap berbagai emiten di bursa.
