Laba Anjlok Jadi Rp 40 Miliar, Rasio Utang WIKA Beton Membaik pada 2025

Nur Hana Putri Nabila
27 Maret 2026, 21:22
wika beton, WTON, laba
wika.co.id
Ilustrasi, salah seorang pegawai Wika Beton tengah bekerja. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton mencatatkan laba bersih Rp 303,26 miliar per September 2019 atau tumbuh 8,3% sejak awal tahun (year to date/ytd).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 40,02 miliar sepanjang 2025, turun 38% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 65 miliar. Hal ini seiring dengan pendapatan usaha perusahaan yang  turun dari Rp 4,9 triliun menjadi Rp 3,59 triliun. 

Meski demikian, WIKA Beton tercatat telah mengamankan omzet kontrak baru sebesar Rp 4 triliun hingga akhir 2025. Berdasarkan laporan kinerja tahunan, perolehan kontrak tersebut didorong oleh strategi diversifikasi portofolio dengan sektor infrastruktur berkontribusi mendominasi sebesar 55,53%. Selain itu, sektor industri menyumbang 17,19%, diikuti sektor kelistrikan 11,17%, serta sektor pendukung lainnya sebesar 16,11%.

Jika melihat komposisinya, pelanggan WIKA Beton didominasi oleh sektor swasta dengan porsi mencapai 54,86%. Sementara itu, kontribusi dari badan usaha milik negara (BUMN) tercatat sebesar 21,65%, kemitraan strategis melalui skema KSO atau JO sebesar 18,32%, dan serapan internal dari induk usaha sebesar 5,17%. 

Adapun dari sisi neraca, WIKA Beton berhasil melakukan aksi deleveraging dan menurunkan total liabilitas sebesar 25,76% dari Rp 3,5 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,60 triliun. Penurunan ini dipicu oleh pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp 548,64 miliar dan pengurangan utang jangka panjang sebesar Rp 134,32 miliar.

Perusahaan juga melakukan perbaikan struktur modal yang terefleksi pada penurunan rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) dari 95,15% menjadi 70,66% pada akhir 2025. Dari sisi likuiditas, tingkat kesehatan perusahaan juga membaik dengan kenaikan current ratio ke level 130,42%. 

Salah satu proyek strategis yang menopang kinerja WIKA Beton  pada tahun lalu, antara lain  pekerjaan Railway Systems dan Trackwork pada MRT Jakarta Fase 2A. Perseroan bermitra secara strategis dengan Larsen & Toubro Limited demi mendukung kontraktor utama Sojitz Corporation Ltd dalam mengerjakan proyek Trackwork Paket CP205 senilai Rp 409 miliar. 

WTON menyediakan bantalan jalan rel (BJR), produksi beton siap pakai, instalasi jalur kereta, instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, pemasangan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga instalasi kabel tegangan tinggi bawah tanah 150 kV.

Adapun progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A mencapai 55,89% per Desember 2025, melampaui target 53,29%. Sementara progres Paket CP205 tercatat sebesar 31,48%. 

Proyek sepanjang 5,8 km ini akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota dan ditargetkan rampung pada 2029, dengan tujuh stasiun bawah tanah yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. 

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Yushadi sebelumnya, mengatakan perusahaan berkomitmen mewujudkan solusi transportasi umum yang berkelanjutan dan mampu mengatasi tantangan kemacetan ibu kota.  

“Kolaborasi strategis dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional," ujar Yushadi dalam keterangannya.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...