Gerak Lincah Wadirut GOTO Cuan Rp 25,8 M dalam 2 Hari dari Diskon Saham Karyawan

Nur Hana Putri Nabila
31 Maret 2026, 10:20
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
Dokumentasi perseroan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pergerakan jajaran petinggi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencuri perhatian setelah transaksi saham bernilai jumbo dalam waktu singkat. Yang terbaru, Wakil Direktur Utama GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo, diketahui meraih keuntungan puluhan miliar rupiah hanya dalam dua hari melalui aksi eksekusi program opsi saham karyawan (ESOP).

Langkah Catherine terjadi di tengah pergerakan saham GOTO yang justru tengah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Di sisi lain, kinerja fundamental perseroan menunjukkan perbaikan, dengan penurunan signifikan pada tingkat kerugian sepanjang 2025.  

Dalam meluncurkan aksinya, Catherine mengeksekusi program opsi saham karyawan dan pensiunan atau ESOP oleh GoTo Peopleverse Fund. Ia menebus saham GOTO dengan harga di bawah pasar, yaitu hanya Rp 2 per lembar sebanyak 515,89 juta saham pada 16 Maret 2026. Total modal yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 1,03 miliar. Padahal harga saham GOTO diperdagangkan di Rp 52 per saham. 

Selanjutnya, petinggi GOTO itu langsung menjual kepemilikan ke publik di harga pasar Rp 52. Skemanya penjualannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama 16 Maret 2026 ia menjual 250 juta lembar. Lalu tahap kedua pada 17 Maret 2026 sebanyak 265,89 juta lembar.

Dari transaksi tersebut Catherine meraup dana hingga Rp 26,82 miliar dalam dua hari. Apabila dikalkulasikan, dana yang diraup Rp 26,82 miliar dikurangi modal awal Rp 1,03 miliar, keuntungan bersih yang digenggam Catherine mencapai Rp 25,79 miliar.

“Tujuan transaksi untuk keperluan pribadi dan keluarga,” tulis Catherine dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (31/3). 

Sementara itu saham GOTO kini sudah terperosok hingga 14,75% dalam sebulan terakhir. Tak hanya itu, dalam tiga bulan terakhir pun sudah anjlok hingga 21,21%.

Kinerja GOTO Sepanjang 2025

Di tengah sorotan atas transaksi tersebut, kinerja keuangan GOTO menunjukkan rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp 1,19 triliun pada 2025. Kerugian tersebut menyusut 77% (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi kerugian terendah dalam lima tahun terakhir.

Adapun GOTO selalu merugi selama periode 2021-2025, dengan kerugian paling dalam terjadi pada 2023. Berikut rincian nilai rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk GOTO selama periode 2021-2025:

  • 2021: Rp21,39 triliun
  • 2022: Rp39,57 triliun
  • 2023: Rp90,4 triliun
  • 2024: Rp5,15 triliun
  • 2025: Rp1,19 triliun

Penurunan kerugian pada 2025 seiring dengan meningkatnya pendapatan bersih GOTO sebesar 15,27% (yoy) menjadi Rp18,32 triliun. Nilai total aset GOTO pada 2025 juga tumbuh 5,90% (yoy) menjadi Rp45,76 triliun. Aset ini terdiri atas liabilitas yang melonjak 33,13% (yoy) menjadi Rp17,05 triliun, serta ekuitas yang turun 5,57% (yoy) menjadi Rp28,71 triliun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...