OJK Ungkap 53 Pipeline Penawaran Umum, Ada 15 Antre IPO
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan terdapat 53 rencana penawaran umum yang masih berada dalam pipeline alias daftar antrean hingga per akhir Maret 2025. Dari total tersebut, sebanyak 15 di antaranya berupa rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pasar modal dalam negeri terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.
“Hingga akhir Maret 2026 secara year-to-date nilai fundraising korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp 51,96 triliun dan terdapat 53 rencana penawaran umum di dalam pipeline kami,” kata Hasan dalam RDKB Maret 2026 OJK secara virtual, Senin (6/4).
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan terdapat 12 calon emiten yang tengah mengantre untuk IPO. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya beraset jumbo. Jumlah antrean ini meningkat dibandingkan pipeline sebelumnya yang hanya berisi delapan perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat sebelas entitas dengan aset skala besar atau yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar bersiap untuk IPO. Sisanya, yakni satu entitas lagi adalah perusahaan dengan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.
“Hingga saat ini, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman dalam laporan pipeline IPO BEI dikutip Senin (30/3).
Adapun jika mengacu pada sektor usaha, calon emiten tersebut memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari sektor konsumsi, energi hingga infrastruktur.
Berikut daftar lengkap calon perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- 0 Perusahaan dari sektor material dasar
- 0 Perusahaan dari sektor konsumsi siklikal
- 3 Perusahaan dari sektor konsumsi bukan siklikal
- 1 Perusahaan dari sektor energi
- 1 Perusahaan dari sektor keuangan
- 2 perusahaan dari sektor kesehatan
- 0 perusahaan dari sektor industri
- 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 Perusahaan dari sektor properties dan real estate
- 2 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportation dan logistik
