Emiten Toto Sugiri (DCII) Cetak Laba Rp 377 Miliar Kuartal I 2026, Turun 9,8%

Ahmad Islamy
23 April 2026, 17:05
Toto Sugiri
dci-indonesia .com
Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII), Toto Sugiri.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten terafiliasi taipan teknologi nasional Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), membukukan kinerja keuangan yang tetap solid pada kuartal I 2026. Kendati demikian, laba bersihnya mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini tercermin dari laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026 yang baru saja dipublikasikan perseroan.

Dari sisi top line, pendapatan DCII tercatat sebesar Rp 858,1 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat dari Rp 773,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya atau naik 10,9% year on year (YoY). Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan yang masih kuat terhadap layanan data center yang menjadi bisnis utama perseroan.

Kendati demikian, beban pokok pendapatan juga ikut naik 46,7% YoY menjadi Rp 372,6 miliar dari sebelumnya Rp 253,9 miliar, sehingga turut menekan profitabilitas. Laba bruto tercatat sebesar Rp 485,5 miliar, lebih rendah 6,6% YoY dibandingkan Rp 519,7 miliar pada kuartal I 2025.

Pada level operasional, laba usaha DCII mencapai Rp 449,0 miliar, turun 9,6% YoY dari Rp 496,8 miliar. Kinerja ini turut dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan administrasi serta beban keuangan yang meningkat 53,8% YoY menjadi Rp 31,5 miliar dari Rp 20,5 miliar pada periode sebelumnya.

Alhasil, laba periode berjalan perseroan dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 377,89 miliar. Angka tersebut menurun 9,8% YoY dari Rp 418,9 miliar pada kuartal I 2025.

"Secara lebih spesifik, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 377,75 miliar," ungkap manajemen dalam laporan yang dirilis lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/4).

Dari sisi neraca, total aset DCII mencapai Rp 7,26 triliun per 31 Maret 2026, meningkat dari Rp 6,65 triliun pada akhir 2025. Peningkatan ini terutama ditopang oleh kenaikan aset tetap yang mencerminkan ekspansi infrastruktur data center.

Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 2,88 triliun, naik dari Rp 2,64 triliun pada akhir tahun lalu. Di sisi lain, total ekuitas juga meningkat menjadi Rp 4,38 triliun dari Rp 4,01 triliun, mencerminkan akumulasi laba yang masih positif.

Dengan struktur keuangan tersebut, DCII tetap menjaga posisi fundamental yang kuat di tengah tekanan margin. Perseroan juga mencatatkan total penghasilan komprehensif periode berjalan sebesar Rp 377,9 miliar, sejalan dengan laba bersih yang dibukukan pada periode tersebut.

Ke depan, kinerja DCII diperkirakan masih akan ditopang oleh pertumbuhan kebutuhan data center di Indonesia, meski tantangan dari sisi biaya dan pendanaan tetap perlu dicermati untuk menjaga profitabilitas.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...