Bank Mandiri (BMRI) Bagi Dividen Jumbo Rp 377 Per Saham, Tembus Rp 44 Triliun
Emiten perbankan pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bakal menebar dividen tunai jumbo sebesar Rp 377 per saham. Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini di Jakarta, Rabu (29/4).
Berdasarkan Stockbit Sekuritas dividen final yang akan dibagikan tahun ini sebesar Rp 44 triliun setara 89% dividen payout ratio dengan yield 8,4%.
“Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp377/ saham, setara yield dividend final 8,4% berdasarkan harga saham BMRI pada intraday hari ini di Rp 4.460 per saham,” tulis Stockbit Sekuritas, Rabu (29/4).
Namun BMRI belum mengumumkan jadwal cum dividen final dan tanggal pembayaran. Sebelumnya, BMRI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham pada Januari 2026. Alhasil jika dikalkulasikan, pemegang saham BMRI menyetujui untuk membagikan dividen dengan total sekitar Rp 477 per saham dari laba tahun buku 2025.
Apabila melihat kinerja keuangannya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun tahun buku 2025. Capaian tersebut naik dari laba konsolidasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,8 triliun.
Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 1.894,98 triliun. Pertumbuhannya mencapai 13,4% secara tahunan dibandingkan kredit pada 2024 sebesar Rp 1.670,54. Total aset konsolidasi Bank Mandiri juga naik 16,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2.829,94 triliun.
Adapun pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti dengan kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross bank only tercatat 0,96%, dengan coverage ratio yang tetap solid di level 253%.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 23,9% YoY menjadi Rp 2.105 triliun. Komposisi dana murah (CASA) tetap dominan sebesar 70,8%, mencerminkan keberhasilan strategi perseroan menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.
