Di luar perfroma keuangan yang melambat, tantangan besar bagi bank-bank Himbara kini juga bergeser pada sejauh mana efektivitas mereka dalam mendukung program ambisius pemerintah.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) paling banyak diborong investor asing mencapai Rp 615,67 miliar, sedangkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) banyak dilepas.
Sejumlah perbankan raksasa RI terpantau diborong asing pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2). Perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau paling banyak diborong asing.
Dua bank besar milik negara, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7% hingga 9% untuk tahun buku 2026, meskipun Otoritas Jasa keuangan (OJK) meminta agar bank merevisi angka tersebut.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) paling banyak diborong investor asing saat IHSG jeblok di bawah 8.000 pada Jumat (6/2).
Bank Mandiri pertahankan fundamental kuat dengan aset tumbuh 16,6 persen jadi Rp2.829,9 triliun pada 2025, didukung akselerasi layanan digital dan ekonomi solid.
Lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings menurunkan outlook lima bank jumbo di Indonesia dari stabil menjadi negatif dalam pengumumannya hari ini, jumat (6/2).
Bank Mandiri memberikan kisi-kisi pembagian dividen interim untuk tahun buku selanjutnya. Sebelumnya, bank pelat merah itu telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 9,3 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun hingga kuartal keempat 2025. Capaian tersebut naik dari laba konsolidasi periode yang sama 2024.
Saham perbankan jumbo BBCA, BBRI, BMRI dan BMRI terpantau bergerak terbatas pada perdagangan Senin (2/2). Padahal mayoritas emiten lain bergerak volatil dan banyak yang longsor.
Tekanan jual asing sejumlah saham perbankan terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20–21 Januari 2026.