Tok! RUPS Indosat (ISAT) Sepakat Bagikan Dividen Jumbo Rp 3,57 Triliun
Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 3,57 triliun kepada para pemegang sahamnya. Keputusan tersebut disetujui oleh para pemegang saham perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Selasa (5/5).
Dividen tersebut diambil dari laba bersih yang perseroan peroleh pada tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,92 triliun. Adapun nilai dividen tunai yang diterima investor senilai Rp 111 per saham.
Dividen tersebut akan dibagikan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah rapat.
Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun buku sebelumnya senilai Rp 83,8 per saham. Sementara itu, pada tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen senilai Rp 268,4 per saham.
“Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia,” kata Presiden Direktur ISAT Vikram Sinha dalam Paparan Publik ISAT, Jakarta, Selasa (5/5).
Sejalan dengan itu, Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star untuk memperkuat posisinya sebagai penggerak perkembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia melalui ekosistem yang terintegrasi.
Transformasi tersebut dimulai dengan evolusi perusahaan menjadi AI-native telco. Perseroan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti guna menghadirkan layanan yang lebih personal, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal. Langkah ini disebut telah memperkuat keterlibatan pelanggan dan menopang pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Indosat juga memperluas fokus bisnis dari penyedia layanan konektivitas menjadi AI TechCo, dengan menggarap peluang di sektor sovereign AI, komputasi awan, dan keamanan siber.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026, bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI. Melalui kemitraan ini, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan solusi AI berstandar global yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Perseroan menilai inisiatif ini menjadi fondasi pengembangan sovereign AI yang terbuka, adaptif, dan selaras dengan prioritas nasional.
Di lantai bursa, harga saham ISAT tercatat naik 2,40% atau bertambah 50 poin ke Rp 2.130. Sejak awal tahun atau year to date, gerak harga saham ISAT berfluktuatif dengan penurunan sebesar 8,19%.
