IHSG Rentan Terkoreksi Awal Pekan, Analis Jagokan Saham ASII, EMTK hingga MBMA
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Senin (11/5). Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) hingga PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG akan terkoreksi hari ini. Hal tersebut terjadi karena indeks mengalami koreksi tajam pada Jumat lalu usai mencatat reli kenaikan sejak awal pekan.
Menurut dia, pelaku pasar perlu mencermati area 6.925–6.950 sebagai level support krusial. Area ini akan menjadi penentu arah pergerakan indeks selanjutnya, apakah mampu memantul kembali (rebound) dan melanjutkan tren positif, atau justru menembus ke bawah level tersebut.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Senin (11/5).
Adapun level support IHSG berada di level 6.924, 6.838, 6.727 dan 6.587 sementara level resistance di level 7.275, 7.403 dan 7.497.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) dengan dengan target harga terdekat di 6.250, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan dengan target harga terdekat di 845 serta, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga terdekat di 675.
Kemudian PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga terdekat di 1.680 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga terdekat di 1.995.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai IHSG menunjukkan sinyal bullish divergence jika ditinjau dari indikator RSI. Dia menjelaskan, dari sisi indikator teknikal, stochastics KD masih memberikan sinyal negatif. Namun, RSI telah memasuki area oversold atau jenuh jual, sementara volume perdagangan menunjukkan penguatan. Kondisi ini mengindikasikan adanya peluang rebound dalam jangka pendek.
Nafan menjelaskan, konflik AS–Iran masih menjadi sentimen global utama karena adanya kekhawatiran gangguan suplai energi mendorong harga minyak Brent bertahan di atas US$ 100 per barel, sehingga meningkatkan risk-off sentiment di emerging markets, termasuk Indonesia.
Namun, harapan akan kesepakatan damai antara AS dan Iran masih terbuka setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi damai pada pekan ini, bahkan kedua negara tersebut sedang menyusun nota kesepahaman setebal satu halaman yang berisi 14 poin, termasuk pembahasan tentang program nuklir Iran, ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan penanganan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya.
Dari domestik, Rupiah masih dalam tekanan dan mengalami depresiasi pada Rp 17.365 per US$, seiring capital outflow asing dan penurunan cadangan devisa Indonesia per April 2026 menjadi US$ 146,2 miliar.
Sementara itu, adapun usulan revisi aturan terkait kenaikan tarif royalti tambang, seperti emas dan tembaga, memberikan sentimen negatif bagi emiten di sektor komoditas tersebut karena faktor kekhawatiran investor terkait tergerusnya margin laba.
Nafan memberikan rekomendasi saham antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Tbk (ULTJ).
