Wall Street Bergerak Terbatas, Investor Menanti Data Indeks Konsumen AS

Karunia Putri
12 Mei 2026, 05:57
Bursa efek New York atau Wall Street
NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik tipis pada perdagangan Senin (11/5) waktu setempat. Pergerakan terbatas ini terjadi seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang tercermin dalam indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) April.

Indeks S&P 500 naik 0,19%, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat tipis 0,1%. Adapun Dow Jones Industrial Average bertambah 95,31 poin atau 0,19%.

Kepala Strategi Portofolio Merrill dan Bank of America Private Bank Marci McGregor mengatakan ia tetap optimis terhadap prospek pasar saham AS secara keseluruhan.

“Jika pasar melemah setelah pemulihan yang sangat kuat sejak posisi terendah Maret, saya melihatnya sebagai peluang beli. Pasar saat ini ditopang oleh laba korporasi, belanja modal, dan pasar tenaga kerja yang kuat. Ada banyak alasan untuk tetap optimis,” ujar McGregor dikutip dari CNBC, Selasa (12/5).

Pelaku pasar kini menanti rilis data CPI April yang dijadwalkan keluar pada Selasa pagi pukul 08.30 waktu setempat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi tahunan mencapai 3,7%, sementara secara bulanan CPI diproyeksikan naik 0,6%.

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, dalam beberapa bulan ke depan. Sentimen positif juga datang dari musim laporan keuangan emiten yang solid, yang terus mendorong indeks saham AS mencetak rekor baru dalam beberapa sesi terakhir.

Sejumlah perusahaan yang dijadwalkan merilis laporan keuangan sebelum pembukaan perdagangan Selasa antara lain Under Armour, Vodafone, On Holding, Aramark, eToro dan Tencent Music Entertainment.

Di sisi lain, harga minyak mentah menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata yang telah berlangsung sebulan antara AS dan Iran sebagai kondisi yang sangat rapuh usai menolak proposal balasan dari Teheran untuk mengakhiri konflik.

Dalam proposal terbarunya, Iran menuntut kompensasi perang, kedaulatan penuh atas Selat Hormuz, pencairan aset yang dibekukan, serta pencabutan sanksi.

Selain data inflasi, investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi lainnya, seperti data final pendapatan per jam April, rata-rata jam kerja mingguan, serta laporan anggaran pemerintah AS.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...