Membaca Arah Aliran Dana Asing Jelang Rilis MSCI, Terdampak Bursa Korea-Vietnam?

Karunia Putri
12 Mei 2026, 07:12
Investasi Saham adalah
Pexels
Investasi Saham adalah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pengelola indeks global MSCI Inc dikabarkan akan mereformasi status pasar modal di sejumlah negara, di antaranya adalah Korea Selatan dan Vietnam. Kedua pasar modal negara tersebut akan naik kelas. Perubahan status itu dinilai berpotensi mengubah peta aliran dana asing di kawasan Asia, termasuk terhadap pasar modal Indonesia.

Korea Selatan saat ini tengah mendorong reformasi pasar modal guna membuka peluang kenaikan status dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar maju (developed market) dalam klasifikasi MSCI. Hal tersebut dapat dilihat dari gerak agresif kenaikan pasar modal KOSPI yang melonjak 81,51% sejak awal tahun atau year to date. Nilai ini paling tinggi di bursa negara kawasan.

Tak hanya itu, negara jiran Indonesia yaitu Vietnam juga berusaha naik kelas dari  pasar perintis (frontier market) menjadi emerging market. Jika kedua skenario itu terealisasi, dampaknya terhadap Indonesia bisa berbeda.

Kenaikan status Vietnam berpotensi meningkatkan persaingan perebutan dana asing di indeks MSCI emerging markets, karena status pasar saham Indonesia saat ini juga berada di emerging markets.

Bagaimana Skenarionya?

Deputy Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat mengatakan apabila Vietnam masuk ke kelas emerging markets, maka manajer investasi global yang mengikuti MSCI secara pasif harus menambah kepemilikan saham Vietnam. Penyesuaian portofolio itu berpotensi mengurangi alokasi dana ke negara emerging market lain, termasuk Indonesia.

Selain itu, bobot Indonesia dalam indeks MSCI emerging markets berpotensi tergerus apabila Vietnam resmi masuk. Kondisi ini dapat mengurangi eksposur investor global terhadap pasar saham domestik.

Yang membuat Vietnam dinilai memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, adalah pertumbuhan ekonomi yang konsisten tinggi dalam lima tahun terakhir, birokrasi investasi yang relatif cepat hingga insentif pajak yang lebih kompetitif.

Namun di sisi lain, potensi kenaikan status Korea Selatan justru dapat menjadi katalis positif bagi Indonesia.  Kresna mengatakan peluang kenaikan bobot Indonesia di MSCI emerging markets akan lebih besar jika Korea Selatan naik kelas menjadi developed market. Berdasarkan data MSCI, bobot Korea Selatan di MSCI Emerging Markets saat ini mencapai 18,69%.

“Jadi kalau ada 20% dari indeks itu keluar otomatis jika simplistik kita bagi rata aja Indonesia dapat kebagian limpahan,” kata Kresna dalam acara Mandiri Macro & Market Brief Q2 2026, Senin (11/5).

Kresna menilai, jika dibandingkan dengan potensi masuknya Vietnam ke emerging market, efek positif dari keluarnya Korea Selatan dari indeks justru lebih besar bagi Indonesia.

“Kalau Vietnam naik dari frontier market ke emerging market, estimasi kami secara kasar dampaknya tidak akan mampu mensubstitusi potensi tambahan bobot yang ditinggalkan Korea,” ujarnya.

Dengan demikian, secara bersih Indonesia masih memiliki peluang memperoleh kenaikan bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets. Meski begitu, Kresna mengingatkan bahwa perubahan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Dia menyampaikan, berdasarkan informasi yang beredar di publik, baik Korea Selatan maupun Vietnam kemungkinan baru masuk dalam watch list MSCI pada Juni tahun ini. Jika kemudian MSCI memutuskan adanya perubahan klasifikasi, implementasinya paling cepat baru berlangsung pada 2027 atau bahkan efektif pada 2028.

Artinya, perkembangan ini masih bersifat jangka menengah dan belum akan berdampak langsung pada pergerakan pasar tahun ini.

“Ini memberikan peluang bagi pasar modal kita untuk terus berbenah dan mengantisipasi perubahan tersebut,” kata Kresna.

Dalam keterangannya, MSCI menyatakan pihaknya saat ini terus memantau implementasi serta penerimaan pasar terhadap berbagai langkah untuk meningkatkan aksesibilitas pasar saham Korea, guna menilai apakah langkah-langkah tersebut telah mampu menghasilkan dampak yang setara dengan pasar valuta asing (FX) offshore yang beroperasi penuh seperti yang terdapat di negara-negara dengan status developed market.

Sementara itu, untuk pasar Indonesia, MSCI belum ada mengumumkan akan melaukan perombakan status dari saat ini berada di kelas emerging market.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...