MSCI mengeluarkan GOTO dari Global Standard Index dan memindahkan CPIN ke Small Cap. Sembilan saham lain juga keluar dari Small Cap, menambah tekanan terhadap pasar saham Indonesia.
Lembaga pengelola indeks global MSCI akan mengumumkan hasil kocok ulang atau rebalancing periode Agustus 2026. Waktu bagian Indonesia, hasil ini dapat dilihat besok, Kamis (13/8) pukul 04.00
Berdasarkan perhitungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham Indonesia yang masih bertahan dalam indeks MSCI dinilai masih layak untuk dipertahankan.
Porsi free float yang telah mencapai 25,41%, melampaui batas minimum 15% yang ditetapkan regulator pasar modal Indonesia, dinilai menjadi salah satu katalis bagi TPIA untuk kembali masuk indeks MSCI.
Emiten produsen unggas dan produk turunannya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berpotensi turun kelas dalam tinjauan indeks MSCI yang diumumkan Agustus 2026 mendatang.
MSCI melonggarkan penyaringan saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau ekstreme price Increase (EPI). Aturan anyar ini memberikan harapan baru bagi emiten Indonesia yang kerap terhambat EPI.
Pengelola indeks global MSCI memperbarui aturan untuk saham yang mengalami kenaikan harga ekstrim atau extreme price increase (EPI). Aturan ini bertujuan untuk menjaga kualitas indeks.
Kekhawatiran Indonesia berpotensi turun dari kategori emerging market menjadi frontier market kembali mencuat setelah MSCI mempertahankan status pembekuan terhadap pasar saham RI periode Agustus 2026.