Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, tampak sudah hadir di bursa sebelum rapat antara OJK, BEI, dan MSCI berlangsung pada Senin (2/2) sore.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempermasalahkan transparansi data saham free float Indonesia. Masalah ini menyebabkan IHSG anjlok dan sejumlah petinggi OJK dan BEI mundur.
Selain peningkatan transparansi kepemilikan saham, BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga akan memperdalam klasifikasi tipe investor.
Mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjadi puncak gunung es tekanan yang menghantam pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Ada apa di baliknya
Pasar saham Tanah Air kian bergejolak setelah sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) berujung pada guncangan di internal BEI dengan mundurnya Iman Rachman dari Dirut. Apa dampaknya?
Otoritas pasar modal Indonesia telah memaparkan langkah-langkah konkret yang akan segera diambil menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut ia sampaikan kepada wartawan di Media Center Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).
Iman Rachman mengundurkan diri dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu disampaikan kepada wartawan di media center Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).
Analis mengungkap secara historis fase ketidakpastian justru sering menjadi peluang bagi investor berorientasi jangka panjang, termasuk dalam konteks IHSG.
Menurut OJK perusahaan tercatat yang tidak dapat memenuhi ketentuan free float 15% akan dihapus pencatatan sahamnya atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kejatuhan IHSG hingga 8 persen menegaskan besarnya pengaruh MSCI terhadap pasar saham. Memahami apa itu MSCI menjadi kunci untuk membaca dinamika arus modal dan sentimen investor global.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan akan membuka sekaligus menyerahkan data pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) ke MSCI.
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menyinggung soal potensi turunnya status pasar modal RI ke kategori Frontier Market. Dia menyebut kondisi tersebut seolah menjadi “cita-cita” regulator pasar modal.