Harga saham MSCI anjlok selama lima hari berturut-turut. Perusahaan pengelola indeks global ini sempat menjadi sorotan di Indonesia karena rekomendasinya disebut sebagai salah satu pemicu IHSG anjlok.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons soal pernyataan Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengenai empat surat dari MSCI yang disebut tidak ditanggapi Pemerintah RI.
Bursa Efek Indonesia atau BEI merespons langkah Morgan Stanley Capital International atau (MSCI) yang tiba-tiba mengumumkan review indeks sejumlah saham Indonesia.
MSCI Inc menurunkan saham Indofood Sukses Makmur (INDF) dari daftar MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes . ACES dan CLEO dikeluarkan dari daftar penghuni MSCI Small Cap Indexes.
Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan alasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan peringatan kepada pasar modal Indonesia.
FTSE sebelumnya menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan mengumumkan kembali review kuartalan pada Juni 2026. Pengumuman selanjutnya dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Pasar modal Tanah Air kembali menerima kabar tak sedap dari lembaga pemeringkat global. Setelah MSCI membekukan evaluasi indeks, kini giliran FTSE yang menunda rebalancing indeks saham RI.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama jajaran SRO pasar modal mengungkapkan rencana untuk kembali bertemu dengan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2).
Dampak sentilan MSCI terhadap pasar modal Indonesia mulai meluas. Tak hanya menekan peringkat saham Indonesia di sejumlah lembaga keuangan global, sorotan MSCI juga merembet ke peringkat utang RI.
Kenaikan Pasar Saham seperti IHSG di 2025 tidak menjamin ketahanan, karena daya tanguh pasar bergantung pada kualitas institusi dan kepercayaan investor, bukan sekadar angka indeks.
Pasar modal Indonesia alami rollercoaster di Januari, dari rekor all time high hingga anjlok drastis, dipicu peringatan MSCI soal transparansi dan fundamental pasar.
Pasar Modal Indonesia menghadapi ujian integritas institusional dan risiko penurunan klasifikasi dari MSCI akibat isu transparansi kepemilikan serta tata kelola.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self regulatory organizations (SROs) menyampaikan hasil pertemuan dengan pengelola indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diadakan secara virtual.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, tampak sudah hadir di bursa sebelum rapat antara OJK, BEI, dan MSCI berlangsung pada Senin (2/2) sore.