Lembaga pemeringkat global MSCI memberi tenggat waktu 5 bulan untuk pembenahan pasar saham Tanah Air sebelum mengumumkan status bursa saham RI di indeks global.
MSCI soroti isu transparansi kepemilikan saham di Indonesia, sementara BEI merilis daftar saham High Shareholding Concentration untuk meningkatkan transparansi pasar modal.
MSCI menunda rebalancing status pasar RI kendati masih mempertahankan status Indonesia di emerging market. Tak hanya itu, overhang juga masih membayangi pasar modal Tanah Air.
Bursa saham Korea Selatan atau Kospi gagal naik kelas ke pasar maju (development market) dari kelas pasar berkembang (emerging market) dalam hasil tinjauan MSCI 2026 Market Classification Review.
OJK berkomitmen memperkuat dan mengakselerasi reformasi Pasar Modal Indonesia menyusul hasil review MSCI 2026 yang memberikan catatan positif terhadap agenda reformasi tersebut.
MSCI merilis hasil Review MSCI 2026 yang menentukan status klasifikasi pasar Indonesia, berdasarkan evaluasi aksesibilitas dan pengalaman investor institusi global.
MSCI mengakui kemajuan reformasi pasar modal Indonesia bersama OJK, tetapi masih menyoroti isu transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.
Dalam pengumuman terbarunya, MSCI menyatakan Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terancam turun dari kelas pasar berkembang (emerging market) ke pasar perintins (frontier market).
MSCI akan mengumumkan hasil annual market classification review terhadap pasar modal global pada Selasa (23/6) waktu Amerika Serikat atau Rabu (24/6) waktu Indonesia.
MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review 2026 pada Rabu (23/6) besok waktu AS, yang menjadi salah satu katalis utama yang ditunggu investor di tengah upaya pemulihan pasar saham RI.
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan diskusi bersama MSCI terkait hasil penilaian lembaga penyedia indeks global itu terhadap pasar RI dalam hasil review terbarunya.
Hasil review MSCI yang dirilis pada Jumat (19/6/2026) menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas pasar agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di Asia Pasifik.