MSCI Depak 18 Emiten dari Indeks, 3 Saham Prajogo BREN, TPIA dan CUAN Tersingkir

Karunia Putri
13 Mei 2026, 05:49
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Lembaga pemeringkat global MSCI Inc mendepak 18 saham dari indeks mereka. Sebanyak enam saham Indonesia dari daftar MSCI Global Indexes. Tiga di antaranya merupakan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Lalu mengeluarkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Untuk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), MSCI mengeluarkannya dari daftar indeks global dan menurunkannya ke MSCI Small Cap Indexes. 

Adapun BREN dan DSSA merupakan emiten yang masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). MSCI tidak menambah saham Indonesia dalam kategori indeks global cap.

“Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dengan tanggal efektif 1 Juni 2026,” tulis MSCI dalam pengumumannya, Rabu (13/5).

Kemudian MSCI juga mengeluarkan tiga belas emiten dari daftar MSCI Small Cap Indexes. Di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Selanjutnya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) serta PT Parik Kerja Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Kemudian PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). MSCI tidak menambah atau menguragi indeks di daftar MSCI Micro Cap Indexes.

MSCI akan melakukan tinjauan selanjutnya pada periode Agustus 2026 dengan pengumuman pada 12 Agustus 2026 dan tanggal efektif pada 1 September 2026.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan pada 21 April 2026 akan tetap membekukan seluruh kenaikan foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS). Dengan kebijakan tersebut, tidak ada saham Indonesia yang akan ditambahkan ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

MSCI juga tidak membuka ruang migrasi naik antarsegmen indeks untuk saham Indonesia, termasuk perpindahan dari kategori Small Cap ke Standard Index. Selain itu, lembaga indeks tersebut menegaskan akan menghapus sekuritas yang diidentifikasi otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi.

Tak hanya itu, MSCI juga membuka kemungkinan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float apabila diperlukan. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa lembaga tersebut masih menaruh perhatian besar terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

Keluar dari MSCI Global Standard Indexes

  1. BREN : PT Barito Renewables Energy Tbk
  2. TPIA : PT Chandra Asri Pacific Tbk
  3. CUAN : PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
  4. AMMN :  PT Amman Mineral Internasional Tbk
  5. DSSA : PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
  6. AMRT :  PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (turun ke MSCI Small Cap)

Keluar dari MSCI Small Cap Indexes

  1. ANTM : PT Aneka Tambang Tbk
  2. AALI : PT Astra Agro Lestari Tbk
  3. BANK :  PT Bank Aladin Syariah Tbk
  4. BSDE : PT Bumi Serpong Damai Tbk
  5. DSNG : PT Dharma Satya Nusantara Tbk
  6. SIDO : PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
  7. MIDI : PT Midi Utama Indonesia Tbk
  8. MIKA : PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
  9. MSIN :  PT MNC Digital Entertainment Tbk
  10. TKIM : PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
  11. APIC : PT Pacific Strategic Financial Tbk
  12. SSMS : PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
  13. TAPG : PT Triputra Agro Persada Tbk

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...