IHSG Terperosok ke Level 6.400, Sufmi Dasco dan OJK Sambangi BEI
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Selasa (19/5). Dia datang untuk mengecek kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini tengah mengalami dinamika.
Dasco datang ke BEI bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Selain itu juga hadir CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria juga turut serta.
Mereka tiba di Gedung BEI sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menuju ke lantai 6 untuk bertemu dengan pihak dari BEI. Adapun IHSG BEI pada Selasa bergerak melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
IHSG dibuka melemah 0,03 poin atau 0,01% ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09% ke posisi 650,49. Pada perdagangan Rabu (19/5) IHSG ditutup turun 1,85% atau 124,08 poin ke Rp 6.599. Dalam sepekan IHSG telah turun 8,1% dari level 6.959 pada perdagangan Senin (11/5).
Sebelum Dasco datang IHSG sempat bergerak naik ke zona hijau. Pada pukul 10.00 WIB IHSG berada di level 6.631. Namun IHSG kembali turun bahkan menyentuh 2,8% pada pukul 11.30 WIB ke level 6.426.
Dasco menyatakan optimistis IHSG akan kembali pulih dalam waktu dekat seiring dengan pembenahan yang tengah dilakukan di pasar modal.
"Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 (Mei) ini, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan mendapatkan hasil," ujar Dasco singkat usai melihat gerak IHSG di papan pencatatan BEI.
Sementara itu Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menyatakan pelemahan masih akan membayangi IHSG dalam beberapa waktu ke depan. Ia menyebut IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 6.400- 6.700.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar rupiah mendorong munculnya perkiraan bahwa Bank Indonesia (BI) berpeluang menaikkan BI-Rate pada pertemuan Selasa (18/5) dan Rabu (19/5).
