IHSG Sesi I Melemah ke Level Rp 6.332, Investor Cermati Pidato Prabowo Soal APBN
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,60% atau 38,50 poin ke Rp 6.332 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (20/5). Indeks bergerak volatil hari ini seiring pidato yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam Sidang Paripurna DPR.
Indeks dibuka turun ke level 6.352 kemudian mulai naik ke level tertinggi hari ini Rp 6.458 ketika Prabowo memulai pidatonya. Tak bertahan laman, IHSG kemudian langsung merosot satu menit kemudian dan sempat mencapai level terendah Rp 6.217.
Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 berada pada kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, belanja negara diarahkan lebih efisien dan produktif pada rentang 13,62% hingga 14,80% PDB, sementara defisit RAPBN 2027 dijaga di level 1,80% sampai 2,40% PDB melalui pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo.
Pemerintah juga mematok pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8% hingga 6,5%, angka ini lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2026 di level 5,4%. Inflasi dijaga pada rentang 1,5% hingga 3,5%, sedangkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5% sampai 7,3%.
Prabowo juga menyampaikan, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak pada level Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Adapun harga minyak mentah Indonesia dipatok dalam rentang US$ 70 hingga US$ 95 per barel.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 27,55 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,6 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.001 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 13,67 triliun.
Sebanyak 165 saham ditutup naik, 521 saham turun dan 128 saham lainnya tidak bergerak. Sejak awal tahun atau year to date, indeks merosot 26,77% menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk di Asia.
Sembilan dari sebelas sektor yang ada di BEI parkir di zona merah. Sektor bukan siklikal tumbuh 0,17% secara sektoral. Saham di kelompok itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 4,38% ke Rp 2.620, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tumbuh 1.855 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 1,99% ke Rp 1.790.
Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) paling banyak diburu hingga siang ini, yaitu Rp 1,42 triliun. Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang diperdagangkan sebesar Rp 659,49 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 613,07 miliar.
Daftar top gainer siang ini:
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) naik 15,55% ke Rp 6.875
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) naik 8,39% ke Rp 4.780
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,42% ke Rp 2.820
Daftar top loser siang ini:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74% ke Rp 2.660
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 8,94% ke Rp 2.750
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 7,43% ke Rp 810
