Intip Performa Superbank (SUPA) di Tengah Rencana Grab Konsolidasi Keuangan
PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid hingga April 2026. Performa itu berlangsung di tengah rencana Grab mengonsolidasikan laporan keuangan bank digital tersebut.
Rencana tersebut seiring meningkatnya kepemilikan Grab di Superbank menjadi lebih dari 50% melalui pengalihan saham ke GXS Bank Pte Ltd.
SUPA membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 142 miliar hingga April 2026. Torehan itu 1.528,8% secara tahunan atau year-on-year (YoY)
Emiten bank digital tersebut juga mencatat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 671 miliar atau meningkat 84,5% YoY. Sementara itu, total aset SUPA naik 71,5% YoY menjadi Rp24 triliun hingga April 2026, sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp 12,2 triliun atau tumbuh 55,4% YoY.
“Pertumbuhan kredit ini salah satunya ditopang oleh semakin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital,” tulis manajemen Superbank dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4% YoY menjadi Rp15,1 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan inovasi Superbank.
Manajemen SUPA mengatakan, momentum pertumbuhan tersebut juga diperkuat sejak integrasi perusahaan dengan ekosistem digital para pemegang sahamnya. Superbank terus menghadirkan layanan perbankan yang seamless dan relevan melalui berbagai inovasi berbasis ekosistem, termasuk peluncuran “Kartu Untung” bersama KakaoBank serta integrasi PAS.
Hal itu memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi maupun mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.
Grab Bakal Konsolidasi Keuangan Superbank
Grab, salah satu pemegang saham utama Superbank, akan mengonsolidasikan laporan keuangan SUPA melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte Ltd kepada GXS Bank Pte Ltd, bank digital asal Singapura yang dimiliki konsorsium Grab dan Singtel.
Setelah transaksi rampung, kepemilikan saham Grab di Superbank, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan meningkat menjadi lebih dari 50%, sehingga laporan keuangan SUPA akan terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan Grab.
Grab telah menjadi investor di Superbank sejak 2022. Transaksi ini dinilai semakin memperkuat komitmen jangka panjang Grab terhadap Superbank, terutama dengan dukungan ekosistem Grab dan OVO yang luas di layanan ride-hailing, pengantaran makanan, dan pembayaran digital.
Manajemen SUPA menyatakan, dukungan tersebut dinilai memberi keunggulan bagi Superbank untuk menghadirkan layanan yang lebih baik bagi nasabah maupun pengguna dalam ekosistem Grab.
Superbank dan Grab juga akan terus memperkuat kolaborasi strategis berbasis teknologi dan inovasi guna memperluas akses layanan keuangan digital yang aman, relevan, dan inklusif bagi masyarakat di Asia Tenggara.
“Terlepas dari konsolidasi ini, Singtel tetap berkomitmen sebagai investor strategis untuk mendukung GXS Bank dan Superbank dalam mendorong inovasi serta memperluas inklusi keuangan bagi jutaan rakyat Indonesia,” ungkap manajemen.
