5 Fakta IPO Produsen Inaco (JELI), Incar Rp 392 Miliar hingga Janji Bagi Dividen
PT Niramas Utama Tbk dengan merek dagang Inaco akan mencatatkan penawaran umum perdana saham melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker JELI. Emiten dari sektor konsumer itu dijadwalkan akan melantai di BEI pada 7 Juli 2026 mendatang.
JELI merupakan produsen olahan kelapa dan serat alami asal Indonesia yang telah berdiri sejak 1990. Perseroan dikenal melalui produk unggulannya, seperti Nata de Coco, I’m Coco, dan Jelly Drink, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk pangan yang aman dan bernutrisi.
Operasional perusahaan didukung fasilitas manufaktur berstandar internasional serta jaringan distribusi yang mencakup 251 titik di Indonesia. Selain pasar domestik, JELI juga telah menembus sejumlah pasar ekspor, antara lain Jepang, India, Cina, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.
demi mendukung pertumbuhan jangka panjang, perusahaan terus berinovasi melalui pengembangan produk berbahan alami seperti aloe vera dan konnyaku. JELI juga berkomitmen memperkuat riset dan pengembangan serta memperluas jangkauan pasar ke Afrika dan Eropa pada 2026 guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
5 Fakta IPO Niramas Utama (JELI)
Tawarkan Harga Saham Rp 900–Rp 1.120
Dalam IPO ini, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. JELI menawarkan harga penawaran di rentang Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi menghimpun dana maksimal sebesar Rp 392 miliar. Perusahaan juga telah menunjuk Sucor Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek.
Kebijakan Dividen
Setelah IPO, perusahaan berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30% dari laba bersih setiap tahun setelah menyisihkan cadangan wajib, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan pengembangan usaha, serta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kebijakan pembagian dividen akan ditentukan dalam RUPS Tahunan berdasarkan kinerja keuangan dan rencana bisnis Perseroan. Hingga prospektus ini diterbitkan, perseroan tercatat belum pernah membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Selain dividen tahunan, perseroan juga memiliki opsi untuk membagikan dividen interim sebelum tahun buku berakhir, sepanjang kondisi keuangan memungkinkan dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Namun, apabila Perseroan mencatatkan kerugian pada akhir tahun buku, dividen interim yang telah dibagikan wajib dikembalikan oleh pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dewan Komisaris dan Direksi akan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan jika pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen interim tersebut,” demikian tertulis dalam prospektus perusahaan, Minggu (14/6).
Struktur Permodalan Sebelum dan Sesudah IPO
Berdasarkan prospektus, JELI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Aksi korporasi ini akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dari 1 miliar saham menjadi 1,35 miliar saham.
Sebelum IPO, kepemilikan saham perseroan hampir seluruhnya dikuasai oleh PT Niramas Utama International dengan porsi 99,8%, sisanya dimiliki Sadikun Wiratno sebesar 0,2%.
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Nilai Nominal |
| PT Niramas Utama International | 998 juta | Rp 99,8 miliar |
| Sadikun Wiratno | 2 juta | Rp 200 juta |
| Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh | 1 miliar | Rp 100 miliar |
Setelah IPO, masyarakat akan memiliki hingga 25,93% saham JELI. Sementara kepemilikan PT Niramas Utama International terdilusi menjadi 73,92% dan Sadikun Wiratno menjadi 0,15%.
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Nilai Nominal | Kepemilikan |
| PT Niramas Utama International | 998 juta | Rp 99,8 miliar | 73,92% |
| Sadikun Wiratno | 2 juta | Rp 200 juta | 0,15% |
| Masyarakat | 350 juta | Rp 35 miliar | 25,93% |
| Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh | 1,35 miliar | Rp 135 miliar | 100% |
Rencana Usai IPO
Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat struktur keuangan Perseroan. Porsi terbesar, sekitar 51,04%, akan dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha, PT NPS, yang selanjutnya digunakan untuk belanja modal berupa pembelian dan instalasi mesin produksi serta peralatan pendukung. Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi pertumbuhan permintaan di pasar domestik maupun ekspor.
Selain itu, sekitar 18,36% dana IPO akan digunakan langsung oleh JELI untuk belanja modal. Termasuk pembelian mesin, peralatan, dan perlengkapan yang mendukung peningkatan kapasitas penyimpanan gudang serta efisiensi proses logistik. Investasi ini diharapkan dapat memperkuat operasional dan distribusi produk perusahaan.
Sementara itu, sekitar 10,63% dana akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sehingga saldo pinjaman Perseroan dapat ditekan dari Rp 94 miliar menjadi Rp 54 miliar.
Adapun sisa dana sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk pembelian bahan baku, biaya operasional, dan aktivitas pemasaran seiring dengan rencana ekspansi usaha perseroan.
Susunan Pengurus dan Jadwal IPO
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Sadikun Wiratno
- Komisaris : Tjokro Susilo
- Komisaris Independen : Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.
Direksi
- Direktur Utama : Ham Pak Japyusuf Hamdani
- Direktur : Adhi Siswaya Lukman
- Direktur : Erijanto Djajasudarma
- Direktur : Trisno Kuntjoro Wirawan
Perseroan akan memulai masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15-22 Juni 2026. Selanjutnya, JELI menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli 2026, dengan penjatahan saham dilakukan pada 3 Juli 2026. Setelah itu, distribusi saham secara elektronik akan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 dan saham JELI dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
- Masa Penawaran Awal : 15 – 22 Juni 2026
- Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan : 29 Juni 2026
- Masa Penawaran Umum : 1 – 3 Juli 2026
- Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2026
- Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 6 Juli 2026
- Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2026
