Langkah Emiten Boy Thohir-Saratoga EMAS Masuk Bursa Hong Kong, Intip Skemanya?

Karunia Putri
18 Juni 2026, 18:11
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan telah menyelesaikan registrasi prospektus final kepada Bursa Efek Hong Kong (HKEX) pada 16 Juni 2026 untuk pencatatan sekunder dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR).

HDR merupakan sertifikat yang mewakili kepemilikan saham EMAS yang tetap disimpan di Indonesia, serupa dengan American Depositary Receipts (ADR) di bursa Amerika Serikat. Dengan skema tersebut, yang diperdagangkan di Bursa Hong Kong adalah HDR, bukan saham EMAS secara langsung.

Perseroan menegaskan pencatatan tersebut tidak disertai penerbitan saham baru. Transaksi dilakukan melalui penjualan sebagian saham milik pemegang saham minoritas yang kemudian dikonversi menjadi HDR untuk ditawarkan kepada investor internasional. Dengan demikian, aksi korporasi ini tidak menimbulkan dilusi maupun menambah modal perseroan.

"Registrasi prospektus final tersebut diperkirakan tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," tulis manajemen EMAS dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (18/6).

Pemegang saham yang menjadi pihak penjual terdiri atas 12 pemegang saham minoritas, termasuk pihak terafiliasi. Mereka antara lain Komisaris EMAS Winato Kartono, Direktur Pengendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Hardi Wijaya Liong, PT Nusantara Indah Cemerlang, PT Bintang Delapan Harmoni, PT Deze Trading Indonesia, Continuum SPC, Gem Hong Kong International Ltd., Sherman Mineral Trading Co. Ltd., Alexander Ramlie, dan Edi Permadi.

Perseroan juga menegaskan penawaran HDR bukan merupakan penawaran efek berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal Indonesia. Oleh karena itu, instrumen tersebut tidak ditawarkan maupun dijual kepada warga negara atau badan hukum Indonesia.

Selanjutnya EMAS dijadwalkan memulai proses bookbuilding kepada investor institusi internasional pada 17-23 Juni 2026. Menjelang dimulainya masa pemasaran, sejumlah cornerstone investor telah berkomitmen menyerap 49,9% dari total saham yang ditawarkan atau mencapai batas maksimum yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan pencatatan di HKEX.

Penawaran global tersebut setara sekitar 7% dari modal ditempatkan EMAS setelah memperhitungkan pelaksanaan opsi greenshoe. Seluruh saham yang dilepas merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas.

Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali tidak akan melepas kepemilikannya dalam transaksi tersebut dan tetap mempertahankan seluruh sahamnya di EMAS.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan dukungan investor global mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.

"Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi perusahaan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki," ujar Boyke dalam keterangan resminya, Rabu (17/6).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...