BEI Ungkap Alasan di Balik Anomali Free Float IPO RANS Milik Artis Raffi–Nagita
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan alasan di balik porsi free float calon emiten milik artis Raffi Ahmad–Nagia Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) yang hanya 20,02% saat melantai di bursa.
Berdarkan prospektusnya, RANS berencana menawarkan 2,25 miliar saham dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) atau setara 20,02% dari modal ditempatkan. Saham yang ditawarkan di kisaran harga Rp 135–Rp 170 per saham dengan etimasi market cap RANS berada di atas Rp 1 triliun.
Padahal, berdasarkan Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A yang diterbitkan BEI pada 2026, calon emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 5 triliun diwajibkan memiliki porsi free float minimal 25% setelah IPO.
Merespons hal tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan seiring dengan rencana IPO Rans Entertainmen Indonesia, dokumen permohonan pencatatan saham RANS telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada tanggal 31 Maret 2026.
Nyoman mengatakan proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Direksi nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5.
Nyoman menjelaskan, porsi free float RANS tidak hanya berasal dari saham yang ditawarkan kepada publik dalam IPO sebesar 20,02%. Menurut dia, terdapat pemegang saham eksisting yang juga memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, total porsi free float RANS diperkirakan mencapai sekitar 28,85%.
“Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” ucap Nyoman, dikutip Kamis (25/6).
Adapun perusahaan media dan hiburan milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu bersiap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan kode ticker RANS pada Jumat 10 Juli 2026.
Di tengah rencana IPO, muncul perbincangan mengenai prospek RANS yang kini tengah berjalan yang dikaitkan dengan potensi menjadi jalan keluar atau exit liquidity para pemegang saham perusahaan. Apabila seluruh saham terserap, RANS berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 429,25 miliar.
Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menyampaikan pendapat.
Menurut dia IPO RANS belum dapat serta-merta dianggap sebagai exit liquidity, apalagi dikaitkan dengan dugaan pencucian uang.
Menurutnya, penilaian tersebut terlalu jauh selama belum terdapat temuan hukum maupun informasi yang mengarah ke hal tersebut. Ia juga menyebut investor sebaiknya menilai IPO dari aspek struktur penawaran, valuasi, penggunaan dana hasil emisi, hingga fundamental perusahaan.
Elandry menambahkan fokus utama saat ini seharusnya melihat transparansi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, dan kewajaran valuasi emiten. Di sisi lain, kuatnya brand RANS dinilai dapat menjadi daya tarik bagi investor ritel dan berpotensi mendukung pergerakan saham yang positif dalam jangka pendek.
“Brand yang kuat biasanya membantu membentuk market sentiment dan menarik trading interest pada fase awal IPO,” kata Elandry kepada Katadata.co.id, Selasa (23/4).
Perbincangan mengenai potensi exit strategi muncul lantaran bisnis pasangan artis itu ada yang tidak lagi berjalan. Salah satunya pusat kuliner RANS Nusantara Hebat di BSD, Tangerang, resmi berhenti beroperasi sejak 28 Februari 2025.
Berikut pemegang saham RANS:
| Pemilik Saham | Sebelum IPO | Setelah IPO | ||
| Jumlah Saham | Persentase | Jumlah Saham | Persentase | |
| Raffi Farid Ahmad | 7.935.000.000 | 78,68% | 7.935.000.000 | 62,93% |
| PT Indonesia Entertainmen Grup | 911.500.000 | 9,04% | 911.500.000 | 7,23% |
| Soultan Ariq Rachman | 345.500.000 | 3,43% | 345.500.000 | 2,74% |
| Dony Oskaria | 345.250.000 | 3,42% | 345.250.000 | 2,74% |
| Sutanto Hartono | 144.000.000 | 1,43% | 144.000.000 | 1,14% |
| Nagita Slavina Mariana Tengker | 124.750.000 | 1,24% | 124.750.000 | 0,99% |
| Kaesang Pangarep | 115.250.000 | 1,14% | 115.250.000 | 0,91% |
| Hikmat Janika | 86.250.000 | 0,86% | 86.250.000 | 0,68% |
| PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi | 76.750.000 | 0,86% | 76.750.000 | 0,61% |
| Kepemilikan mayarakat dibawah 5% | 2.525.000.000 | 20,02% | ||
Sumber: prospektus perusahaan
Rencana Penggunaan Dana
RANS berencana menggunakan dana IPO untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RANS guna mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.
