ARTO dan BFIN Dikabarkan Merger, Kapitalisasi Pasar Berpotensi Tembus Rp 25 T
Kabar bergabungnya dua entitas keuangan yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), mencuat ke publik. Jika merger tersebut terealisasi, entitas gabungan itu diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun.
Seiring kabar tersebut, saham ARTO ditutup melonjak 18,23% ke level 1.200 per saham pada perdagangan hari ini, Kamis (9/7). Sementara itu, saham BFI Finance melonjak 6,62% ke Rp 805.
Mengutip laporan Bloomberg, kelompok investor yang dipimpin konglomerat nasional Jerry Ng tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas kepemilikan mereka di kedua perusahaan.
Bloomberg menyebut Goldman Sachs tengah mendampingi para investor dalam proses kajian itu. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggabungkan ARTO dan BFIN.
Selain itu, sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia disebut berpotensi tertarik terhadap kedua perusahaan. Kendati demikian, pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.
Menanggapi kabar tersebut, ARTO menyatakan tidak mengomentari spekulasi yang beredar. Perseroan juga mengaku tidak memiliki informasi mengenai rencana merger dengan BFI Finance maupun pendekatan dari investor atau institusi keuangan asing. ARTO menegaskan hubungan dengan BFIN saat ini merupakan kerja sama bisnis strategis yang telah berjalan.
Sementara itu, juru bicara BFIN Dian Fahmi mengatakan, perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya. Ia juga menyebut tidak ada informasi material baru yang dapat disampaikan kepada publik.
Goldman Sachs menolak memberikan komentar, sedangkan Jerry Ng belum merespons permintaan konfirmasi.
Kepemilikan Jerry Ng di BFIN dilakukan melalui Trinugraha Capital & Co. yang menguasai sekitar 51% saham perseroan. Pada April lalu, Mergermarket melaporkan pemegang saham pengendali BFIN tengah menjajaki penjualan sebagian kepemilikannya dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat transaksi.
Sekitar sepekan sebelum laporan itu terbit, tepatnya pada 16 April, saham BFIN sempat melonjak 25%, kenaikan harian terbesar sejak 2010.
Saat ini, kapitalisasi pasar BFIN mencapai sekitar Rp 11,4 triliun, sedangkan ARTO sebesar Rp 13,7 triliun. Selain Jerry Ng, pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup Northstar Group dan Garibaldi Thohir.
Adapun di Bank Jago, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham, bersama sejumlah investor lain seperti GIC, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan salah satu pendiri Northstar Group yaitu Patrick Walujo.
